Bangkalan – Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menandai langkah penting dalam penguatan peran dosen vokasi dengan meresmikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Asosiasi Dosen Akademik Kevokasian Indonesia (Adaksi), Jumat (1/8/2025).
Peresmian ini dikemas dalam acara tasyakuran bertema “Menguatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui Sistem Tunjangan yang Berkeadilan.”
Kegiatan ini menjadi simbol perjuangan kolektif dosen vokasi dalam mewujudkan keadilan tunjangan dan kesejahteraan profesi. Ketua DPC Adaksi UTM, Fajar, mengungkapkan bahwa selama dua pekan terakhir pihaknya berhasil menggalang dana sebesar Rp 73,6 juta.
“Kini total kas Adaksi PTE mencapai Rp 81,5 juta. Ini capaian luar biasa dan menjadi yang tertinggi di antara DPC lainnya,” ujarnya yang disambut meriah para hadirin.
Dana tersebut akan digunakan untuk pelaksanaan kegiatan lokal maupun kontribusi dalam Lokakarya Nasional (Lakarnas) yang akan digelar di Malang pada 7 Agustus mendatang.
Dalam kesempatan itu, Fajar juga mengumumkan perubahan nama dan akronim ADAKSI, dari sebelumnya Asosiasi Dosen ASN dan Disitek, kini menjadi Asosiasi Dosen Akademik Kevokasian Indonesia.
Perubahan ini dimaksudkan agar lebih adaptif secara administratif dalam konteks kelembagaan dan pengakuan pemerintah.
Rektor UTM, Prof. Dr. Syafi’, menyatakan apresiasi dan dukungan penuh terhadap kiprah Adaksi di lingkungan kampus. Ia menilai keberadaan organisasi ini sebagai pendorong semangat kolektif dalam memperjuangkan sistem tunjangan yang adil, terutama bagi dosen vokasi.
“Kami menyaksikan sendiri dedikasi luar biasa dari rekan-rekan dosen yang bahkan rela turun langsung ke Jakarta untuk menyuarakan aspirasi. Perjuangan itu kini mulai membuahkan hasil dengan adanya respons dari Presiden dan Menteri Pendidikan,” tutur Prof. Syafi’.
Sementara itu, Ketua Umum DPP Adaksi, Prof. Dr. Fasli Jalal, dalam pidatonya menyerukan pentingnya menempatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai dasar dalam membangun peradaban menuju Indonesia Emas 2045.







