Sumenep, 6 April 2026 — Program makan bergizi gratis (MBG) yang seharusnya menjadi harapan peningkatan kualitas gizi anak-anak justru menuai sorotan tajam di Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep. Seorang wali murid berinisial (L) melaporkan temuan ulat atau belatung pada buah naga merah yang dibagikan kepada siswa di sebuah lembaga pendidikan anak usia dini, Senin (6/4).
Temuan ini bukan insiden tunggal. Berdasarkan pengakuan (L), kejadian serupa juga pernah terjadi pada akhir tahun lalu, sekitar Desember hingga Januari, ketika menu roti sandwich yang dibagikan kepada siswa diduga mengandung parasit atau ulat. Fakta ini memperkuat kekhawatiran publik bahwa pengelolaan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalianget Timur berlangsung tanpa standar pengawasan mutu yang ketat.
Kegaduhan pun tak terelakkan. Sejumlah orang tua siswa menyampaikan keluhan dan kritik keras. Mereka menilai makanan yang seharusnya menunjang kesehatan justru berpotensi membahayakan. Namun, respons dari pihak yayasan dan pengelola SPPG dinilai tidak memadai, bahkan terkesan mengabaikan perbaikan kualitas sebagaimana standar yang telah ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN).







