UTM Tempa Mahasiswa Jadi Penyelamat Tangguh Lewat Sekolah Vertical Rescue

Dokumentasi Humas UTM

BangkalanUniversitas Trunojoyo Madura (UTM) menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang tangguh dan peduli kemanusiaan melalui kegiatan Sekolah Vertical Rescue Tingkat 1 bertema Challenge the Height, Strengthen the Bone.

Kegiatan yang digelar oleh Mahasiswa Pecinta Alam (MPA) GHUBATRAS UTM ini diikuti 60 peserta dari berbagai perguruan tinggi, lembaga kemanusiaan, dan instansi pemerintahan se-Indonesia, termasuk BPBD, Sispala, dan Polairud Polda Jawa Tengah.

Empat instruktur nasional, Teddy Ixdiana, Data Pela, Adrian Daely, dan Kamia Rahayu hadir memberikan pelatihan teori dan praktik penyelamatan di medan vertikal. Mereka menanamkan nilai kemanusiaan, kedisiplinan, serta solidaritas sebagai fondasi utama penyelamat profesional.

Wakil Rektor III UTM, Surokim, S.Sos., SH., M.Si, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk pembelajaran berbasis pengalaman yang mengasah kemampuan teknis sekaligus karakter mahasiswa.

“Dunia pendidikan tidak boleh berhenti pada teori, tapi juga harus memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar langsung di lapangan,” ujarnya.

Sebanyak 60 peserta dari berbagai perguruan tinggi, instansi, dan lembaga kemanusiaan se-Indonesia ambil bagian dalam kegiatan ini, Mereka tidak hanya datang untuk belajar teknik penyelamatan, tetapi juga memperkuat jejaring kemanusiaan lintas institusi.

Peserta juga datang dari instansi seperti BPBD Sampang dan Polairud Polda Jawa Tengah, yang menilai pelatihan ini sangat bermanfaat untuk mendukung tugas penyelamatan di wilayah masing-masing.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya UTM dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya bidang pendidikan berkualitas, kesehatan dan kesejahteraan, serta kemitraan untuk tujuan bersama.

Pembina MPA GHUBATRAS, Taufani Sagita, menyebut kegiatan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi antara akademisi, praktisi, dan relawan kemanusiaan.

“Pelatihan ini adalah ruang untuk menanamkan semangat gotong royong dan kemanusiaan bagi generasi muda,” katanya.

Berita lainnya !

Bagikan:

Tinggalkan komentar