“Mari kita lanjutkan semangat perjuangan Ibu Kartini yang telah membuka jalan bagi kemajuan perempuan Indonesia,” ujarnya.
Semangat R.A Kartini tetap relevan hingga kini. Ungkapan “Habis gelap terbitlah terang” menjadi dorongan untuk memperjuangkan kesetaraan. Ungkapan itu mendorong peningkatan peran perempuan di berbagai bidang.
Pemkab Sumenep berkomitmen melakukan langkah konkret. Pemerintah akan memperluas akses pendidikan bagi perempuan. Pemerintah akan memperkuat ekonomi berbasis perempuan. Upaya perlindungan terhadap perempuan dan anak terus ditingkatkan.
Data menunjukkan jumlah perempuan usia produktif di Sumenep mencapai 34 persen. Jumlah itu setara dengan 245.799 jiwa. Angka tersebut menjadi potensi besar bagi pembangunan daerah.Selain itu, tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan di Sumenep diperkirakan berada di kisaran 50–55 persen. Angka ini menunjukkan peningkatan keterlibatan perempuan dalam sektor ekonomi. Sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Sumenep juga didominasi pelaku perempuan hingga lebih dari 60 persen. Kondisi ini memperlihatkan peran strategis perempuan dalam penguatan ekonomi lokal.
Di bidang pendidikan, angka partisipasi sekolah perempuan usia 16–18 tahun terus meningkat. Persentasenya berada di atas 70 persen dalam beberapa tahun terakhir. Data ini mengacu pada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah melalui profil pendidikan daerah. Hal ini menjadi indikator positif bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia perempuan di daerah.
Sementara itu, keterwakilan perempuan dalam struktur kelembagaan dan organisasi kemasyarakatan mulai menunjukkan tren positif. Persentasenya mendekati 20 persen pada beberapa sektor strategis (Data DKUPP Kabupaten Sumenep). Capaian ini menjadi pijakan awal dalam mendorong kepemimpinan perempuan.Bupati menilai potensi tersebut sebagai harapan masa depan. Ia menyebut peran perempuan sangat penting dalam kemajuan daerah. Ia menegaskan kontribusi perempuan di tingkat regional dan nasional sangat mungkin terwujud.
Pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan lingkungan yang adil gender. Lingkungan tersebut harus memberi ruang bagi perempuan untuk berkembang.“Teruslah melangkah. Teruslah berkarya. Jadilah terang bagi sekitar,” pungkasnya.







