Bangkalan - Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Bangkalan menggelar Konferensi Kerja Kabupaten I Tahun 2026 Masa Bakti XXIII Tahun 2025–2030 dengan mengusung tema “Guru Bermutu Indonesia Maju, Guru Hebat Indonesia Kuat”.
Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi jajaran pengurus dan anggota PGRI untuk membahas berbagai persoalan pendidikan sekaligus merumuskan rekomendasi bagi pemerintah daerah dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bangkalan.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Bangkalan, H. Abdul Munib, mengungkapkan bahwa hasil konferensi kerja menghasilkan sejumlah rekomendasi yang ditujukan kepada Pemerintah Kabupaten Bangkalan, khususnya Dinas Pendidikan.
Menurutnya, salah satu rekomendasi utama ialah pemenuhan jabatan kepala sekolah yang masih kosong maupun yang saat ini dijabat oleh pelaksana tugas (Plt), agar proses manajerial dan pelayanan pendidikan di sekolah dapat berjalan lebih optimal.
Selain itu, PGRI juga meminta adanya pemerataan guru di setiap sekolah sehingga distribusi tenaga pendidik dapat lebih seimbang dan sesuai kebutuhan masing-masing lembaga pendidikan.
“Penempatan guru juga diharapkan dapat disesuaikan dengan sistem zonasi agar lebih efektif dan mendukung pemerataan pendidikan,” ujarnya.
Dalam konferensi tersebut, PGRI Bangkalan juga menyoroti persoalan libur sekolah berdasarkan Undang-Undang Guru dan Dosen. Pihaknya berharap saat libur sekolah, tidak hanya siswa yang mendapatkan libur, namun guru juga memperoleh hak libur sebagaimana ketentuan yang berlaku.
Selain membahas persoalan pendidikan, konferensi kerja itu juga memberikan pencerahan terkait dualisme kepengurusan PB PGRI. Abdul Munib menyampaikan bahwa Ketua PGRI Jawa Timur telah menegaskan kepengurusan yang sah berada di bawah kepemimpinan Unifah Rosyidi.
Ia berharap hasil rekomendasi konferensi tersebut dapat menjadi perhatian pemerintah daerah demi peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan guru di Kabupaten Bangkalan.






