“Kejati Jatim harus segera menghentikan praktik bermain-main di lorong gelap hukum. Gejolak kasus eks Jampidsus Febri Adriansyah di Kejagung harus jadi momentum pembersihan total. Bukan malah dijadikan tameng untuk membiarkan kasus korupsi kakap di Jatim hilang tanpa jejak. Jika dalam waktu dekat tidak ada penetapan tersangka, kami akan terus melakukan aksi berjilid-jilid ke depan, dan hari Jumat kita akan kembali ke sini dengan massa yang lebih massif”, Tegas A. Sholeh.
Aksi tersebut berakhir ricuh. Massa kemudian menyerahkan berkas tuntutan kepada pihak Kejati Jatim sekaligus menyampaikan ultimatum terbuka kepada Kepala Kejati Jatim.
Mereka meminta Kejati Jatim segera memberikan penjelasan dan transparansi kepada publik mengenai perkembangan penanganan perkara-perkara yang menjadi sorotan dalam aksi tersebut.
Massa juga menyatakan akan kembali menggelar aksi dalam waktu dekat apabila tuntutan mereka tidak mendapatkan respons. Mereka mengancam akan melakukan aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar pada Jumat mendatang.






