“Lagi menyusun perda yang terkait dengan industri atau investasi. Itu yang akan menjadi kekuatan hukum kita,” jelas Lukman.
Ma’ruf berharap rencana tersebut mendapat dukungan masyarakat, pemerintah dan seluruh elemen daerah. Menurutnya, investasi membutuhkan situasi yang kondusif agar perusahaan memiliki keyakinan untuk menanamkan modal dan membangun industri di Madura.
“Kita sama-sama ingin mengubah Madura, keluar dari kemiskinan,” katanya.
Dengan demikian, keberhasilan investasi di Bangkalan nantinya tidak hanya akan diukur dari berapa banyak perusahaan yang masuk atau luas lahan yang dikembangkan, tetapi juga sejauh mana industri mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kompetensi SDM lokal dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Madura.






