Investasi Industri di Bangkalan Bidik 3.000 Tenaga Kerja, Pemkab Siapkan SDM Lokal

BANGKALAN – Rencana pengembangan industri di Kabupaten Bangkalan mulai diarahkan tidak hanya pada masuknya modal, tetapi juga pada penyerapan tenaga kerja masyarakat lokal. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan menargetkan investasi yang tengah dipersiapkan bersama PT Wiraraja Madura mampu membuka lapangan kerja bagi sekitar 3.000 orang.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan Join Development Agreement Signing Ceremony Between Wiraraja Madura Industrial Estate III and Odasco LLC (Asalem Automation Systems) yang digelar di Pendopo Agung Bangkalan, Kamis (10/9/2026).

Bupati Bangkalan Lukman Hakim mengatakan, sedikitnya tiga perusahaan telah menyatakan kesiapan untuk membangun fasilitas industri di Bangkalan. Saat ini, proses yang perlu disiapkan antara lain berkaitan dengan lahan dan pematangannya.

“Sudah ada tiga perusahaan yang siap bangun di Bangkalan. Tinggal penyiapan lahan dan pematangannya,” kata Lukman.

Menurutnya, investasi tersebut melibatkan perusahaan dari sejumlah negara, di antaranya Uni Emirat Arab, China dan Jepang. Pemerintah Kabupaten Bangkalan, kata Lukman, akan memberikan dukungan agar rencana pembangunan industri dapat direalisasikan.

Salah satu fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan masyarakat Bangkalan dan Madura tidak hanya menjadi penonton dari masuknya investasi.

Lukman menyebut investor telah menyatakan kesanggupan memenuhi sekitar 80 persen kebutuhan tenaga kerja dari masyarakat lokal.

“Awalnya kita minta 60-70 persen, mereka siap 80 persen,” ujarnya.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Pemkab Bangkalan akan menggandeng Universitas Trunojoyo Madura (UTM) dalam menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Kebutuhan tenaga kerja nantinya tidak hanya untuk posisi operator, tetapi juga teknisi, administrasi, accounting hingga tenaga dengan keahlian khusus.

CEO PT Wiraraja Madura, Akhmad Ma'ruf Maulana, mengatakan pembangunan industri harus diikuti dengan proses transfer pengetahuan dan teknologi.

Tenaga ahli dari pihak investor nantinya akan berperan dalam memberikan keahlian sekaligus meningkatkan kapasitas tenaga kerja lokal.

“Tenaga ahli atau engineering dari investor nantinya juga akan berperan dalam transfer pengetahuan dan teknologi,” kata Ma'ruf.

Ia menegaskan, pihaknya tidak ingin pola investasi di Madura sebatas menjadikan kawasan tersebut sebagai tempat penjualan lahan kepada investor.

PT Wiraraja Madura ingin terlebih dahulu mengembangkan kawasan dan infrastrukturnya, kemudian menarik investor untuk membangun industri.

“Saya bukan menjual-jualin lahan Madura. Saya bangun Madura, saya develop, baru saya tarik mereka investasinya,” tegasnya.

Untuk tahap awal, PT Wiraraja Madura menyiapkan pengembangan industri pada lahan sekitar 70-80 hektare, sementara kebutuhan pengembangan klaster industri diperkirakan mencapai sekitar 100 hektare.

Dari sisi pemerintah daerah, kebutuhan kawasan dalam tahap awal disebut berada pada kisaran 200-500 hektare dengan pengembangan secara bertahap.

Sejumlah sektor yang direncanakan masuk antara lain energi terbarukan atau PLTS, industri plastik, oil and gas, serta industri berbasis singkong. Pengembangan tersebut diharapkan menjadi embrio kawasan industri baru yang mampu memperkuat perekonomian Bangkalan dan Madura.

Di sisi lain, Pemkab Bangkalan tengah menyiapkan regulasi yang berkaitan dengan industri dan investasi. Regulasi tersebut diharapkan menjadi instrumen hukum untuk memastikan berbagai komitmen investor, termasuk kewajiban dan target penyerapan tenaga kerja lokal.

“Lagi menyusun perda yang terkait dengan industri atau investasi. Itu yang akan menjadi kekuatan hukum kita,” jelas Lukman.

Ma'ruf berharap rencana tersebut mendapat dukungan masyarakat, pemerintah dan seluruh elemen daerah. Menurutnya, investasi membutuhkan situasi yang kondusif agar perusahaan memiliki keyakinan untuk menanamkan modal dan membangun industri di Madura.

“Kita sama-sama ingin mengubah Madura, keluar dari kemiskinan,” katanya.

Dengan demikian, keberhasilan investasi di Bangkalan nantinya tidak hanya akan diukur dari berapa banyak perusahaan yang masuk atau luas lahan yang dikembangkan, tetapi juga sejauh mana industri mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kompetensi SDM lokal dan memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat Madura.

Berita lainnya !

Bagikan: