Efektivitas Job Fair dalam Mengurangi Pengangguran di Indonesia: Sebuah Evaluasi

Job Fair

Secara garis besar, pelaksanaan Job Fair yang selama ini diselenggarakan oleh pemerintah tidak hanya sebatas mempertemukan antara perusahaan pemberi kerja dan pencari kerja, namun terdapat informasi pelatihan dan beberapa layanan ketenagakerjaan, mulai dari informasi pelatihan dan sertifikasi, Perlindungan dan pengawasan kerja serta Pengembangan Usaha dan kewirausahaan. Sehingga informasi mengenai ketenagakerjaan tersampaikan secara maksimal kepada masyarakat yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Dalam evaluasi proses ini, yang dapat dilihat selama pelaksanaan kegiatan ialah masih banyak perusahaan pemberi kerja yang masih enggan untuk melaporkan jumlah pelamar dan tenaga kerja yang sudah diterima selama proses pelaksanaan kegiatan. Pada aspek pencari kerja, seringkali ditemukan peserta yang hadir di lokasi kegiatan abai terhadap aturan-aturan yang telah ditetapkan, seperti melakukan digital entry untuk masuk ke lokasi agar memudahkan pendataan. Padahal pendataan mengenai jumlah pengunjung dan jumlah pelamar menjadi salah satu indikator utama dari pelaksanaan ini.

Output Program

Output program dalam evaluasi program merujuk pada hasil langsung yang dihasilkan dari pelaksanaan kegiatan atau program tertentu. Untuk program Job Fair yang dilaksanakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, hal yang dapat diukur adalah jumlah pengunjung dari setiap titik pelaksanaan Job Fair, Jumlah perusahaan yang berkontribusi dalam kegiatan, jumlah lowongan kerja yang ditawarkan, jumlah lamaran yang sudah masuk kepada perusahaan serta proses rekrutmen yang sedang berjalan.

Secara detail, hal-hal disebutkan diatas sepenuhnya belum tearcatat dengan baik, hanya sebagain yang di informasikan, seperti jumlah lowongan kerja dan jumlah pengunjung yang hadir di lokasi atau yang hadir secara virtual.

Outcome Program

Outcome program merujuk pada dampak atau hasil jangka menengah hingga panjang yang diharapkan tercapai dari pelaksanaan suatu program. Dalam konteks Job Fair yang dilaksanakan oleh Kementerian Ketenagakerjaan, dampak jangka menengah dan panjang yang dapat dihasilkan adalah menurunnya tingkat pengangguran, peningkatan akses terhadap peluang kerja, meningkatkan skill tenaga kerja dan dapat meningkatkan kolaborasi antara pemerintah dan pihak swasta.

Disisi lain, pelaksanaan Job Fair ini dapat menumbuhkan perekonomian negara, dimana dengan berkurangnya angka pengangguran akan berdampak terhadap daya beli masyarakat.

Efesiensi dan Keberlanjutan

Evaluasi terhadap efisiensi dan keberlanjutan adalah bagian penting dalam menilai keberhasilan program seperti job fair. Efisiensi mengacu pada seberapa optimal sumber daya (waktu, biaya, tenaga, dan fasilitas) digunakan untuk mencapai hasil yang diinginkan. Dalam konteks ini, semua bentuk pembiayaan dibebankan terhadap APBN atau APBD dengan besaran dan nominal yang varitif, melihatkan dari konsep acara dan tempat dimana Job Fair diselenggarakan.

Pada bagian keberlanjutan, merujuk pada kemampuan program untuk memberikan manfaat jangka panjang, baik untuk pencari kerja, perusahaan, maupun sistem ketenagakerjaan. Bagi penyelenggara, dapat membangun mitra startegis dan kolaborasi yang efektif dengan pihak swasta. Program ini juga mmepunyai dampak secara ekonomi dan sosial.

Oleh : Ahmad Shofiyulloh

Berita lainnya !

Bagikan:

Tinggalkan komentar