Dugaan Peleburan Emas Ilegal di Bangkalan, Sejumlah Toko Emas Dikabarkan Didatangi Polda Jatim

BANGKALAN – Penanganan dugaan praktik peleburan emas ilegal di Kabupaten Bangkalan kembali menjadi perhatian. Kali ini, beredar informasi mengenai kedatangan sejumlah petugas Polda Jawa Timur ke beberapa toko emas di kawasan Pecinan, Bangkalan, pada Senin (19/10/2026).

Salah satu toko yang disebut dalam informasi tersebut adalah Toko Emas Sampoerna 3. Namun, kabar mengenai kedatangan aparat kepolisian itu belum mendapat konfirmasi resmi dari pihak kepolisian maupun pengelola toko yang bersangkutan.

Informasi tersebut diperoleh dari seorang warga berinisial HB. Ia menyebut, petugas diduga tidak hanya mendatangi satu toko emas, tetapi juga sejumlah toko lainnya yang disebut-sebut memiliki keterkaitan dengan perkara dugaan peleburan emas ilegal.

“Tidak hanya mendatangi satu toko emas. Ada sejumlah toko lain yang juga dikabarkan didatangi aparat karena diduga memiliki keterkaitan dengan perkara tersebut,” ujar HB, Selasa (20/10/2026).

Kabar ini menambah perhatian publik terhadap perkembangan penanganan dugaan peleburan emas ilegal di Bangkalan. Meski demikian, kebenaran informasi mengenai aktivitas aparat di sejumlah toko emas tersebut masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi.

Tim media ini telah berupaya mengonfirmasi kabar tersebut kepada Kasi Humas Polres Bangkalan, IPDA Agung Intama. Saat dimintai keterangan, Agung mengaku belum menerima informasi mengenai kedatangan anggota Polda Jatim ke sejumlah toko emas di kawasan Pecinan.

Upaya penelusuran informasi juga dilakukan melalui koordinasi dengan pihak Intelijen dan Keamanan (Intelkam). Namun, hingga konfirmasi tersebut dilakukan, belum ada keterangan yang dapat memastikan peristiwa sebagaimana disampaikan sumber.

Untuk memperoleh penjelasan langsung, tim media kemudian mendatangi Toko Emas Sampoerna 3. Seorang karyawan yang ditemui mengaku tidak mengetahui kejadian yang dimaksud karena dirinya tidak masuk kerja pada Senin (19/10/2026).

Karyawan tersebut selanjutnya memberikan nomor kontak seseorang bernama Ema yang disebut dapat dimintai keterangan mengenai aktivitas toko.

Tim media telah mencoba menghubungi Ema melalui sambungan telepon dan pesan singkat, tetapi belum mendapatkan tanggapan hingga berita ini disusun.

Berita lainnya !

Bagikan: