Bulog Siap Ganti Beras Bantuan yang Dikeluhkan, DP2KP Bangkalan Sebut Masalah Utama pada Warna Beras

Chk Karyadinata (kiri) Bersama Pemimpin Cabang Bulog Kancab Madura, Ahmad Rof'i.

Selain itu, pengawasan kualitas juga akan diperketat mulai dari proses pengemasan hingga distribusi ke daerah tujuan.

Iklan

“Bulog terus berkomitmen menjaga kepercayaan publik dan memastikan kualitas serta kuantitas beras yang diterima Penerima Bantuan Pangan (PBP) sesuai standar,” pungkasnya.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Bangkalan melalui Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian, Perikanan, dan Ketahanan Pangan (DP2KP) Bangkalan, CHK Karyadinata, menyatakan bahwa hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan sebagian besar parameter kualitas beras masih memenuhi ketentuan.

Menurutnya, beras yang disalurkan tidak ditemukan kutu, tidak berbau, tidak menggumpal, serta kadar air dan tingkat patahan masih berada dalam batas yang diperbolehkan.

“Kalau dilihat dari seluruh parameter, sebenarnya problemnya hanya satu, yaitu warna beras yang sedikit menguning,” kata Karyadinata.

Ia menegaskan, beras yang ditolak tidak serta-merta akan dibuang. Beras tersebut akan dievaluasi lebih lanjut melalui pengambilan sampel untuk diuji setelah dicuci dan dimasak sehingga dapat diperoleh gambaran yang lebih objektif mengenai kualitasnya.

“Secara prinsip tidak ada masalah pada aspek lainnya. Tinggal persoalan warna yang menjadi perhatian masyarakat,” ungkapnya.

Karyadinata juga mengapresiasi respons cepat Bulog yang bersedia menindaklanjuti keluhan yang muncul di lapangan. Ke depan, DP2KP Bangkalan menyarankan agar dilakukan pengecekan bersama antara Bulog, dinas terkait, dan pemerintah desa sebelum beras didistribusikan kepada masyarakat.

Langkah tersebut dinilai penting untuk memastikan kualitas beras sesuai dengan standar dan harapan masyarakat penerima bantuan, sekaligus menghindari munculnya polemik serupa pada penyaluran berikutnya.

Berita lainnya !

Bagikan:

Tinggalkan komentar