Bulog Siap Ganti Beras Bantuan yang Dikeluhkan, DP2KP Bangkalan Sebut Masalah Utama pada Warna Beras

Chk Karyadinata (kiri) Bersama Pemimpin Cabang Bulog Kancab Madura, Ahmad Rof'i.

Bangkalan – Penolakan beras bantuan pangan oleh sejumlah kepala desa di Kabupaten Bangkalan karena dinilai memiliki kualitas kurang baik mendapat perhatian serius dari Perum Bulog Kantor Cabang (Kancab) Madura.

Iklan

Bulog memastikan siap menarik dan mengganti beras yang dikeluhkan apabila terbukti tidak memenuhi standar kualitas.

Pemimpin Cabang Bulog Kancab Madura, Ahmad Rof’i, menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan para kepala desa sekaligus menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses penyaluran bantuan pangan.

“Kami mengucapkan terima kasih atas koreksi dari rekan-rekan kepala desa dan memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami,” ujar Rof’i.

Menurutnya, seluruh proses penyaluran beras bantuan pangan telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Namun demikian, apabila ditemukan keluhan terkait kualitas beras, Bulog siap memberikan pelayanan dengan menarik dan mengganti beras tersebut.

“Jika terjadi keluhan kualitas, sesuai SOP pelayanan kami, Bulog siap memberikan pelayanan terbaik dengan menarik beras yang dikeluhkan dan menggantinya dengan yang sesuai standar,” tegasnya.

Rof’i menjelaskan, total beras yang disalurkan Bulog Kancab Madura untuk program Bantuan Pangan alokasi Februari–Maret mencapai 14.373 ton.

Dengan volume yang besar tersebut, pihaknya meminta agar beras yang dianggap tidak memenuhi standar kualitas tidak diterima dan segera dilaporkan untuk dilakukan penggantian.

“Langkah antisipasi sesuai SOP, jika ada beras yang ditemukan di bawah standar kualitas maka jangan diterima dan akan kami ganti dengan yang sesuai standar,” katanya.

Ia menambahkan, kejadian ini akan menjadi bahan evaluasi untuk memperkuat sistem pengawasan kualitas atau quality control dalam proses penyaluran bantuan pangan. Sebagai langkah perbaikan, pada penyaluran berikutnya Bulog berencana melibatkan dinas terkait dan pemerintah desa dalam pengecekan kualitas beras sebelum didistribusikan kepada masyarakat penerima bantuan.

Berita lainnya !

Bagikan:

Tinggalkan komentar