SURABAYA โ Bagi Udin Lowo, mencari rezeki bukan cuma soal mengantar paket sampai ke tujuan. Di sela-sela kesibukannya sebagai driver Shopee Food, ia juga membangun ruang baru di dunia digital. Lewat konten dan program afiliasi, ia mencoba membuka peluang penghasilan tambahan yang bisa dikerjakan tanpa harus meninggalkan profesi utamanya.
Di TikTok, Udin Lowo dikenal lewat akun @udin_lowo. Di antara para pengikutnya, ia akrab disapa โMadโ. Bio akun TikTok-nya pun menggambarkan aktivitas yang ia jalani: โMenjemput rezeki di jalan, membangun cuan di dunia digital.โ
Kalimat itu bukan sekadar pemanis profil. Aktivitas Udin mempertemukan dua dunia yang kini semakin dekat: pekerjaan lapangan dan peluang ekonomi melalui media sosial.
Berasal dari Madura dan berdomisili di Surabaya, Udin menjalani kesehariannya sebagai driver Shopee Food. Di waktu yang sama, ia juga aktif sebagai kreator konten dan affiliator di Shopee serta TikTok.
Dari sinilah ceritanya menjadi menarik. Di tengah rutinitas mengantar paket, ada peluang lain yang ingin ia jajaki: bagaimana aktivitas sehari-hari bisa menjadi konten, dan bagaimana konten bisa membuka jalan menuju penghasilan tambahan.
Bukan Cuma Antar Paket, tetapi Juga Bangun Peluang
Menjadi driver pengiriman punya ritme kerja tersendiri. Ada paket yang harus diantar, waktu yang perlu dikejar, dan tenaga yang harus dijaga.
Namun, di era media sosial, pengalaman sehari-hari seperti itu juga bisa menjadi bahan cerita yang dekat dengan kehidupan banyak orang.
Udin memilih masuk ke ruang tersebut. Ia tidak hanya menjalani profesi sebagai driver, tetapi juga memanfaatkan platform digital untuk berkonten dan menjalankan afiliasi.
Bagi pekerja lapangan, dunia digital menawarkan peluang yang menarik. Konten bisa menjadi sarana berbagi pengalaman, membangun audiens, sekaligus mengenalkan produk melalui program afiliasi.
Meski begitu, hasilnya tentu tidak datang secara instan dan bergantung pada banyak faktor, mulai dari konsistensi, kualitas konten, hingga respons audiens.
Perjalanan Udin menjadi gambaran tentang upaya mencari peluang tambahan di tengah pekerjaan utama. Bukan dengan meninggalkan jalanan, melainkan dengan membawa cerita dari jalanan ke layar ponsel.
Udin Lowo dan Bahlala, Ketika Sesama Driver Memilih Tumbuh Bareng

Gagasan itu kemudian berkembang menjadi sesuatu yang lebih luas. Bersama para pengikutnya di TikTok yang memiliki latar belakang profesi serupa, Udin turut membangun komunitas driver Shopee Food bernama Bahlala.
Komunitas ini dibangun dengan semangat kekeluargaan. Bukan sekadar tempat berkumpul, Bahlala diarahkan menjadi ruang bagi sesama driver untuk saling terhubung, belajar membuat konten, dan membuka peluang penghasilan melalui afiliasi TikTok maupun Shopee.
Ada satu hal yang membuat komunitas ini punya ciri khas: anggota yang ingin bergabung diwajibkan membuat konten.
Aturan tersebut menunjukkan bahwa Bahlala tidak hanya ingin menjadi komunitas yang ramai di percakapan, tetapi juga mendorong anggotanya untuk terlibat langsung. Setiap anggota diharapkan ikut bergerak, mencoba berkarya, dan membangun kehadiran digitalnya sendiri.
Dengan latar belakang pekerjaan yang relatif sama, para anggota memiliki pengalaman sehari-hari yang bisa menjadi bahan untuk saling berbagi. Mereka memahami rutinitas di lapangan, tantangan pekerjaan, serta kebutuhan untuk mencari peluang tambahan tanpa harus melepaskan profesi utama.
Di titik ini, Bahlala mencoba menggabungkan dua hal: solidaritas sesama driver dan semangat untuk berkembang di dunia digital.
Kekeluargaan Jadi Pegangan
Di tengah maraknya komunitas berbasis media sosial, Bahlala membawa pendekatan yang bertumpu pada kebersamaan. Semangatnya bukan hanya soal mengejar angka penjualan atau jumlah penonton, tetapi juga membangun lingkungan tempat sesama driver dapat belajar dan berkembang bersama.
Berkonten memang terlihat sederhana ketika hanya dilihat dari layar. Namun, memulainya tidak selalu mudah. Ada rasa canggung di depan kamera, ide yang kadang buntu, hingga tantangan untuk terus konsisten membuat unggahan.
Karena itu, lingkungan yang berisi orang-orang dengan latar belakang serupa bisa menjadi ruang belajar yang relevan. Pengalaman yang dibagikan satu anggota dapat menjadi inspirasi bagi anggota lain untuk mencoba hal baru.
Bagi Bahlala, kewajiban membuat konten menjadi bagian dari dorongan tersebut. Anggota tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi diharapkan ikut mengambil peran dalam aktivitas komunitas.
Tentu, peluang penghasilan dari konten dan afiliasi tetap membutuhkan proses. Tidak semua konten langsung mendapatkan banyak penonton, dan tidak setiap promosi menghasilkan transaksi. Namun, konsistensi serta kemauan belajar menjadi modal awal untuk menjajaki peluang itu.
Dari Pengalaman Pribadi Menjadi Gerakan Bersama
Kisah Udin Lowo memperlihatkan bagaimana media sosial bisa digunakan lebih dari sekadar tempat mengunggah video. Bagi seorang pekerja lapangan, platform digital juga dapat menjadi ruang untuk membangun jaringan, berbagi pengalaman, dan mencoba sumber penghasilan tambahan.
Melalui Bahlala, semangat tersebut dibawa ke lingkup yang lebih luas. Para driver tidak harus berjalan sendiri ketika ingin belajar berkonten atau mengenal dunia afiliasi. Mereka memiliki komunitas yang dibangun atas dasar kekeluargaan dan kesamaan profesi.
Perjalanan komunitas ini tentu masih membutuhkan proses. Konsistensi anggota, kualitas konten, dan kemampuan mengembangkan aktivitas afiliasi akan menjadi bagian penting dalam perjalanan ke depannya.
Namun, gagasan dasarnya sudah jelas: sesama driver bisa saling mendukung untuk berkembang, tanpa harus kehilangan identitas mereka sebagai pekerja lapangan.
Bagi Udin Lowo dan Bahlala, jalan mencari rezeki tidak harus berhenti ketika paket terakhir selesai diantar. Ada peluang lain yang bisa dijajaki melalui kreativitas, koneksi, dan keberanian untuk mulai berkarya.
Dari jalanan menuju dunia digital, yang ingin dibangun bukan hanya peluang cuan, tetapi juga semangat untuk tumbuh bersama.






