SUMENEP, katamadura.com – Kemegahan sejarah berpadu dengan kekayaan seni dan budaya dalam gelaran Prosesi Arya Wiraraja yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757, Sabtu (17/10/2026).
Bertempat di Alun-Alun Taman Adipura Kabupaten Sumenep, prosesi tersebut tidak sekadar menjadi seremoni tahunan, melainkan panggung refleksi sejarah yang menghidupkan kembali ketokohan Arya Wiraraja beserta nilai-nilai luhur yang diwariskannya bagi peradaban Nusantara.
Melalui suguhan drama kolosal, perjalanan sejarah Arya Wiraraja dikemas secara artistik dengan melibatkan putra-putri terbaik asal Kabupaten Sumenep sebagai pemeran utama maupun pendukung pertunjukan.
Keistimewaan prosesi tahun ini semakin terasa melalui perpaduan berbagai kesenian tradisional. Mulai dari Gamelan Keraton Sumenep yang sarat nilai historis, dentuman khas musik Tong-Tong, tari kolosal kerakyatan, hingga penampilan kesenian asal Provinsi Bali yang memperkaya nuansa kebudayaan dalam perayaan tersebut.
Keberagaman pertunjukan itu sekaligus membawa pesan bahwa Sumenep merupakan bagian dari perjalanan besar kebudayaan Nusantara yang tumbuh melalui semangat keterbukaan, persatuan, dan kolaborasi lintas budaya.
Sosok Arya Wiraraja diangkat sebagai simbol kepemimpinan visioner yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah lahirnya Kerajaan Majapahit. Gagasan dan strategi politiknya menjadi bagian dari fondasi sejarah yang kemudian melahirkan spirit persatuan Nusantara.
Nilai historis tersebut menjadi pesan utama yang ingin dihadirkan dalam peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757 yang mengusung tema Songennep Jhaja Rajja, agar masyarakat tidak hanya mengenang kejayaan masa lalu, tetapi juga mampu menerjemahkan semangat perjuangan para pendahulu dalam kehidupan masa kini.
Bupati Sumenep, Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., menyampaikan bahwa Prosesi Arya Wiraraja merupakan momentum penting untuk merefleksikan kembali kecintaan terhadap tanah air, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kelestarian tradisi dan kebudayaan.
“Melalui Prosesi Arya Wiraraja ini, kita ingin mengajak seluruh masyarakat dan jajaran pejabat daerah untuk merefleksikan kembali pentingnya mencintai tanah air, merawat tradisi, serta membangun kolaborasi demi mewujudkan kemajuan bangsa,” ungkapnya.
Menurutnya, semangat persatuan dan kebersamaan yang diwariskan melalui perjalanan sejarah harus menjadi inspirasi dalam membangun Kabupaten Sumenep ke arah yang lebih baik.






