BANGKALAN – Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 di Kabupaten Bangkalan tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan menyiapkan rangkaian kegiatan yang melibatkan lembaga pendidikan, badan otonom, hingga kalangan pesantren, dengan puncak acara berupa Pengajian Akbar yang direncanakan menghadirkan jajaran Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).
Puncak peringatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026 di Pondok Pesantren Al-Anwar, Desa Patereman, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan. Agenda ini menjadi salah satu upaya PCNU Bangkalan memperkuat peran santri dalam kehidupan keagamaan dan kebangsaan.
Persiapan kegiatan mulai dimatangkan melalui rapat pembentukan panitia dan pembahasan agenda HSN 2026 di Bangkalan, Senin (19/10/2026).
Katib Syuriyah PCNU Bangkalan, KH Toyib Fawas, mengatakan peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”.
Tema tersebut akan menjadi landasan dalam menyusun kegiatan yang tidak hanya berorientasi pada perayaan, tetapi juga penguatan wawasan kebangsaan dan kontribusi santri bagi masa depan Indonesia.
“Kegiatan hari ini merupakan persiapan awal dalam menyambut HSN tahun ini,” ujar KH Toyib Fawas.
Menurutnya, seluruh rangkaian peringatan akan melibatkan berbagai elemen santri serta badan otonom di lingkungan PCNU Bangkalan. Dengan keterlibatan tersebut, HSN diharapkan menjadi ruang kolaborasi antarlembaga sekaligus memperkuat peran generasi muda Nahdlatul Ulama.
Rangkaian kegiatan akan dimulai dengan Apel Hari Santri Nasional pada Kamis (22/10/2026) di halaman Kantor Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Kader PCNU Bangkalan akan mengambil peran dalam pelaksanaan upacara, termasuk sebagai petugas dan pembaca teks Resolusi Jihad.
Sejumlah lembaga juga telah menyiapkan agenda sesuai bidang masing-masing. LP Ma’arif NU akan menggelar kegiatan keagamaan dan perlombaan, sedangkan IPNU dan IPPNU menyiapkan halaqah kebangsaan serta diskusi tematik mengenai peran santri generasi Z.
Sementara itu, Persatuan Guru NU (Pergunu) akan berkontribusi melalui kegiatan di bidang pendidikan, keagamaan, kebudayaan, serta pengembangan pesantren.






