Humas Pondok Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin, Muammar, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar sebagai upaya menumbuhkan minat serta kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya lokal.
“Kami melihat pengetahuan tentang sejarah maupun budaya, khususnya bagi anak-anak muda, masih sangat kurang. Karena itu, Kiai berinisiatif agar seluruh santri dan alumni bisa menambah wawasan sekaligus kecintaan terhadap budaya, terutama sejarah Bangkalan dan Arosbaya,” ungkapnya.
Muammar menambahkan, meski seminar ini baru pertama kali digelar, pihak pesantren berencana untuk terus mengadakan kegiatan serupa secara berkelanjutan.
“apapun bentuk kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya akan selalu mendapat dukungan dari pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajirin,” tutupnya.







