Santri Ponpes Hidayatullah Al Muhajirin Ngaji Sejarah dan Budaya Bangkalan

R.P. Abdul Hamid Mistari (Kiro) dan Hidrocin Sabarudin. Saat memaparkan tentang Sejarah Bangkalan di depan Madura

BangkalanPondok Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin menggelar seminar budaya dengan tema “Mengenal Sejarah dan Budaya” pada Kamis malam (21/08) bertempat di halaman pesantren. Acara ini menghadirkan dua narasumber, yakni R.P. Abdul Hamid Mistari dan Hidrocin Sabarudin.

Dalam paparannya, para narasumber membahas tokoh-tokoh penting dalam sejarah Bangkalan, di antaranya Trunojoyo, Kiai Demang Plakaran yang mendirikan keraton di Plakaran, serta Raden Pragalba atau yang dikenal sebagai Pangeran Arosbaya/Pangeran Ongguk yang kemudian memindahkan pusat pemerintahan ke Arosbaya.

Selain itu, sejarah Ki Pratanu atau Panembahan Lemah Duwur hingga gambaran umum perjalanan sejarah Kabupaten Bangkalan juga disampaikan.

Humas Pondok Pesantren Hidayatullah Al-Muhajirin, Muammar, menjelaskan bahwa kegiatan ini digelar sebagai upaya menumbuhkan minat serta kecintaan generasi muda terhadap sejarah dan budaya lokal.

“Kami melihat pengetahuan tentang sejarah maupun budaya, khususnya bagi anak-anak muda, masih sangat kurang. Karena itu, Kiai berinisiatif agar seluruh santri dan alumni bisa menambah wawasan sekaligus kecintaan terhadap budaya, terutama sejarah Bangkalan dan Arosbaya,” ungkapnya.

Muammar menambahkan, meski seminar ini baru pertama kali digelar, pihak pesantren berencana untuk terus mengadakan kegiatan serupa secara berkelanjutan.

"apapun bentuk kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian budaya akan selalu mendapat dukungan dari pengasuh Pondok Pesantren Hidayatullah Al Muhajirin," tutupnya.

Berita lainnya !

Bagikan:

Tinggalkan komentar