SUMENEP — RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep terus memperkuat langkah transformasi pelayanan kesehatan. Pada 2026, rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Sumenep tersebut menargetkan diri menjadi salah satu rumah sakit rujukan di wilayah Madura.
Target itu ditempuh melalui sejumlah pembenahan, mulai dari peningkatan fasilitas medis, penguatan kompetensi sumber daya manusia, hingga pemanfaatan teknologi dalam sistem pelayanan.Direktur RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, dr. Erliyati, mengatakan 2026 menjadi fase penting bagi rumah sakit untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan.
Menurutnya, teknologi akan terus dioptimalkan untuk mendukung pelayanan yang lebih cepat dan tepat, dengan tetap menempatkan keselamatan pasien sebagai prioritas.
“Tahun 2026 ini kami fokus memastikan pelayanan semakin cepat, tepat, dan berbasis teknologi, tanpa mengesampingkan keselamatan pasien,” ujar Erliyati, Senin (22/6/2026).
Ambisi menjadi rumah sakit rujukan semakin terbuka setelah RSUD dr. Moh. Anwar memperoleh peningkatan status menjadi rumah sakit tipe B. Status tersebut membuat kapasitas rumah sakit dalam menangani kasus medis dengan tingkat kompleksitas lebih tinggi ikut meningkat.
Pengembangan layanan dilakukan di sejumlah sektor. Instalasi Gawat Darurat (IGD) 24 jam terus diperkuat agar mampu memberikan penanganan secara cepat terhadap pasien dalam kondisi darurat. Kapasitas Intensive Care Unit (ICU) juga dikembangkan untuk mendukung perawatan pasien kritis.
Perhatian khusus diberikan kepada pasien anak dan bayi. RSUD dr. Moh. Anwar melakukan pembaruan fasilitas serta peralatan pada Pediatric Intensive Care Unit (PICU) dan Neonatal Intensive Care Unit (NICU).
Selain memperkuat fasilitas, rumah sakit juga menyiapkan pengembangan layanan spesialis. Layanan jantung dan paru menjadi salah satu bidang yang diproyeksikan sebagai layanan unggulan untuk meningkatkan kemampuan RSUD dr. Moh. Anwar dalam melayani pasien dari berbagai wilayah di Madura.
Transformasi tidak hanya menyentuh aspek medis. Sistem pelayanan kepada pasien juga mulai diarahkan semakin digital.RSUD dr. Moh. Anwar mengoptimalkan sistem antrean digital yang terintegrasi dengan aplikasi kesehatan nasional. Melalui sistem tersebut, masyarakat dapat melakukan proses pendaftaran dan penjadwalan pemeriksaan secara daring.
Digitalisasi diharapkan mampu memangkas waktu tunggu sekaligus membuat alur pelayanan lebih teratur. Di sisi internal, sistem tersebut juga mendukung efisiensi kerja tenaga medis maupun tenaga nonmedis.







