Puluhan Tahun Mengabdi, Berakhir Pensiun Tanpa Apresiasi dari Pemda

Oplus_16908288

BANGKALAN – Nasib Rustam, pegawai di lingkungan Pasar Tanjungbumi, Kabupaten Bangkalan, menjadi sorotan setelah mengakhiri masa pengabdiannya selama hampir 22 tahun tanpa menerima pesangon maupun apresiasi dari pemerintah daerah.

Rustam yang mulai bekerja sejak 2004 tersebut memasuki masa pensiun setelah bertahun-tahun menjalankan tugasnya sebagai abdi negara. Namun, berakhirnya masa pengabdian itu tidak disertai penghargaan finansial sebagaimana yang diharapkannya.

Momen perpisahan Rustam berlangsung sederhana di Kantor Pasar Tanjungbumi pada 9 Oktober 2025. Sejumlah rekan kerjanya menggelar acara pelepasan sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian yang telah ia berikan selama puluhan tahun.

Di tengah keterbatasan, para staf Pasar Tanjungbumi bahkan berinisiatif mengumpulkan sumbangan sebesar Rp50.000 untuk diberikan kepada Rustam.

Meski nilainya tidak besar, bantuan tersebut menjadi simbol solidaritas dan kepedulian rekan kerja terhadap sosok yang telah lama bersama mereka menjalankan tugas pelayanan publik.

Rustam berharap pengalaman yang dialaminya tidak terulang kepada pegawai lain yang berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu.

“Semoga pegawai yang berstatus PPPK Paruh Waktu tidak mengalami apa yang saya alami,” ungkapnya.

Kondisi tersebut turut mendapat perhatian dari Perkumpulan Honorer Bangkalan, Heru Haerudin Selaku ketua berharap, pemerintah daerah lebih memperhatikan nasib pegawai yang telah mengabdikan sebagian besar masa hidupnya untuk bekerja di lingkungan pemerintahan.

Heru mempertanyakan minimnya penghargaan bagi pegawai yang memasuki masa pensiun setelah bekerja belasan hingga puluhan tahun.

Menurutnya, pengabdian panjang semestinya menjadi pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan yang memperhatikan kesejahteraan para pekerja.

Berita lainnya !

Bagikan: