Termasuk dalam menentukan sikap terhadap kepemimpinan Bupati Bangkalan Lukman Hakim dan Wakil Bupati Moh. Fauzan Ja’far. Menurutnya, dukungan politik ke depan tidak bisa hanya ditentukan berdasarkan kedekatan atau pertimbangan sesaat, tetapi perlu mempertimbangkan hasil evaluasi terhadap kinerja pemerintahan.
Sejumlah indikator yang menjadi perhatian antara lain pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, pengurangan angka kemiskinan, serta perluasan lapangan pekerjaan.
“Kalau kepemimpinan Lukman-Fauzan sudah sesuai dengan visi-misi dan data BPS menunjukkan target yang kita tentukan tercapai, kita akan mengevaluasi. Bisa saja kita mendukung kembali Lukman-Fauzan atau berkoalisi dengan partai lain. Semua masih terbuka,” ungkapnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa PKB Bangkalan belum mengunci arah dukungan politik untuk kontestasi kepala daerah mendatang.
Evaluasi terhadap capaian pembangunan akan menjadi salah satu bahan pertimbangan sebelum menentukan langkah berikutnya, dengan tetap mengikuti keputusan DPP.
Syafiuddin juga menilai dinamika politik di Bangkalan tidak bisa dilepaskan dari karakter sosial dan kultural masyarakat yang lekat dengan tradisi keulamaan serta pesantren. Karena itu, strategi politik partai harus tetap memperhatikan aspirasi masyarakat dan kebutuhan pembangunan daerah.
Ia menegaskan, kepentingan masyarakat harus menjadi prioritas seluruh partai politik dan pemangku kepentingan. Stabilitas daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, menurutnya, harus tetap menjadi tujuan utama di tengah dinamika politik yang terus berkembang.






