Bupati Achmad Fauzi menegaskan bahwa pelestarian budaya lokal merupakan bagian dari penguatan identitas bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
“Bung Karno mengingatkan kita agar tidak kehilangan jati diri sebagai bangsa. Salah satu caranya adalah dengan menjaga dan mengembangkan kebudayaan daerah yang menjadi akar identitas masyarakat. Musik Tong-Tong adalah salah satu warisan budaya yang harus terus kita banggakan,” tuturnya.
Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Sumenep, Faruk Hanafi, mengaku sangat bersyukur dan bahagia atas suksesnya penyelenggaraan Parade Musik Tong-Tong Sumenep 2026.
“Kami sangat bahagia dan bangga dapat ikut menyukseskan Parade Musik Tong-Tong Sumenep tahun 2026 ini. Kehadiran ribuan masyarakat yang memadati sepanjang rute parade menunjukkan bahwa kecintaan terhadap budaya lokal masih sangat kuat. Ini menjadi energi positif bagi kami untuk terus menghadirkan event-event budaya yang berkualitas dan mampu menjadi ruang ekspresi bagi para seniman daerah,” ujar Faruk Hanafi.
Sepanjang pelaksanaan parade, masyarakat tampak antusias memberikan dukungan kepada setiap grup yang tampil. Suara tabuhan tong-tong yang berpadu dengan aransemen musik kreatif berhasil menciptakan suasana semarak dan menghibur ribuan penonton yang memenuhi area kegiatan.
Selain menjadi sarana hiburan, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi antar-komunitas seni sekaligus momentum untuk memperkenalkan kreativitas generasi muda dalam mengembangkan musik tradisional agar tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Kemeriahan Parade Musik Tong-Tong Sumenep 2026 kembali membuktikan bahwa budaya lokal tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Melalui kolaborasi antara pemerintah, seniman, dan masyarakat, warisan budaya leluhur tidak hanya terjaga, tetapi juga terus berkembang sebagai identitas dan kebanggaan Kabupaten Sumenep.






