SUMENEP – Memasuki musim panen tembakau 2026, Paguyuban Pengusaha Rokok (PPR) Kabupaten Sumenep mengajak seluruh pelaku industri hasil tembakau untuk memperkuat komitmen dalam menyerap hasil panen petani lokal. Langkah tersebut dinilai menjadi kunci menjaga keberlangsungan sektor pertembakauan yang selama ini menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat di wilayah ujung timur Pulau Madura.
Ketua PPR Kabupaten Sumenep, H. Syafwan Wahyudi, menegaskan bahwa keberhasilan industri rokok tidak dapat dipisahkan dari keberhasilan petani menghasilkan bahan baku berkualitas. Karena itu, perusahaan rokok diharapkan memprioritaskan pembelian tembakau dari petani Sumenep sebelum mencari pasokan dari daerah lain.
Menurutnya, keberpihakan terhadap hasil panen lokal akan memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus menjaga stabilitas harga di tingkat produsen. Di sisi lain, industri juga memperoleh keuntungan berupa ketersediaan bahan baku yang lebih mudah dijangkau dan memiliki karakteristik sesuai kebutuhan produksi.






