Bangkalan – Kuasa hukum Figar, Bahtiar Pradinata mendatangi Polres Bangkalan untuk melaporkan dugaan pencemaran nama baik dan fitnah yang diduga dilakukan oleh seseorang berinisial H. Laporan tersebut berkaitan dengan sejumlah pemberitaan dan pernyataan yang disampaikan melalui media cetak maupun elektronik.
Kuasa hukum menilai pernyataan tersebut telah menyudutkan kliennya dengan berbagai tuduhan, mulai dari keterlibatan dalam perkumpulan keluarga, ajaran menyimpang seperti konsep top up usia atau nyawa, hingga anggapan bahwa salat dapat diganti dengan istighfar.
Pihaknya membantah seluruh tuduhan tersebut, termasuk dugaan penerimaan sejumlah uang oleh Figar.
Ia juga menegaskan bahwa seseorang tidak dapat dimintai pertanggungjawaban pidana atas perbuatan orang lain yang telah meninggal dunia, termasuk jika dikaitkan dengan hubungan keluarga.
Menurutnya, langkah hukum tersebut diambil bukan hanya untuk melindungi nama baik kliennya, tetapi juga menjaga citra Kabupaten Bangkalan yang dikenal sebagai Kota Dzikir dan Selawat serta memiliki sensitivitas tinggi terhadap persoalan agama.
Sementara itu, Mohamad M. Soleh, salah satu jemaah yang mengenal Figar selama kurang lebih lima tahun, turut memberikan kesaksian berdasarkan pengalaman pribadinya.
Ia mengaku tidak pernah menerima ajaran aliran sesat, ajakan membeli tiket surga, maupun praktik top up nyawa selama mengikuti kegiatan keagamaan di lingkungan tersebut.
Sebaliknya, Soleh menyebut Figar justru sering mengingatkan pentingnya memperbaiki ibadah, menjaga kesopanan, dan menjalankan kewajiban agama. Kegiatan yang diketahuinya selama ini berupa pembacaan Selawat Nariyah, selawatan, serta kegiatan keagamaan seperti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
“Selama kurang lebih lima tahun mengenal, dia tidak pernah menyampaikan tentang aliran-aliran sesat. Malah menekankan saya untuk beribadah dengan baik dan sopan,” ungkap Soleh.
Ia juga membantah mengetahui adanya praktik pengumpulan uang untuk kepentingan tertentu. Terkait rumah yang sempat dikaitkan dengan dugaan aktivitas aliran sesat, Soleh menjelaskan bahwa kegiatan yang diikutinya di lokasi tersebut merupakan acara Maulid Nabi yang menghadirkan sejumlah kiai dan tokoh agama.






