Sebagai pengusaha mebel, Soleh mengaku mengikuti kegiatan tersebut atas keinginan pribadi untuk memperdalam ibadah, bukan karena kepentingan duniawi atau mencari keuntungan.
Ia menegaskan, kesaksiannya terbatas pada pengalaman pribadi selama lima tahun mengenal Figar. Menurutnya, selama berinteraksi, Figar lebih banyak memberikan tuntunan mengenai adab sehari-hari, seperti menjaga kesopanan dalam berpakaian, mengenakan songkok, serta tidak meninggalkan salat dalam kondisi apa pun.






