JAKARTA- Husky-CNOOC Madura Limited (HCML) menjadi tuan rumah penyelenggaraan Gas Coordination Meeting (GCM) ke-336, forum koordinasi rutin yang bertujuan menyelaraskan supply-demand gas bumi antara Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), konsumen, dan transporter di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Jakarta, 24 Oktober 2026 -Kegiatan ini diselenggarakan di Bandung pada 22-23 Oktober 2026 dan juga diikuti secara hybrid melalui platform daring.GCM ke-336 ini dihadiri oleh perwakilan SKK Migas, PT Pertamina EP Cepu Zona 12 (JTB) selaku koordinator GCM tahun ini, PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN), PT Petrokimia Gresik (PKG), PLN Group dan PT Pertamina Gas (Pertagas), serta para KKKS dan gas offtaker lainnya yang beroperasi di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah.“Dalam pertemuan ini, para peserta mengevaluasi penyaluran gas periode Januari–Oktober 2026, mengidentifikasi berbagai kendala operasional, menyusun rencana penyaluran gas untuk tiga bulan ke depan, serta membahas sejumlah isu operasional lainnya. Koordinasi seperti ini penting karena keputusan satu pihak berdampak langsung pada pihak lain, sehingga potensi gangguan dapat diantisipasi bersama sebelum terjadi,” ujar Marketing Manager HCML, Aris Suryanto.Sebagai salah satu produsen gas utama di Jawa Timur, khususnya di Wilayah Kerja Selat Madura, HCML turut menyampaikan rencana kegiatan operasional dari lapangan-lapangan yang dikelolanya, antara lain Lapangan BD, Lapangan MDA-MBH (2M) dan Lapangan MAC.Dalam kesempatan tersebut, HCML menyampaikan sejumlah pembaruan operasional meliputi kegiatan well intervention di Lapangan BD, chemical injection rutin di Lapangan MDA-MBH, rencana well stimulation di Lapangan MAC, serta Partial Shutdown terjadwal di fasilitas produksi Lapangan 2M pada 23–29 Oktober 2026. Seluruh rencana kegiatan tersebut dikomunikasikan kepada para pembeli gas agar dampaknya terhadap penyaluran dapat diantisipasi secara bersama-sama sehingga distribusi dan penyerapan gas dapat tetap terkoordinasi dengan baik.Sejumlah pemangku kepentingan juga turut memberikan tanggapan terhadap pembaruan yang disampaikan HCML, khususnya kegiatan well-intervention di Lapangan BD dalam menjaga konsistensi pasokan gas selama semester II 2026. Pertemuan juga menyoroti pentingnya sinkronisasi jadwal pemeliharaan antar-KKKS di Jawa Timur dan Jawa Tengah guna meminimalkan potensi overlap jadwal shutdown serta mendukung pencapaian target penyaluran gas nasional hingga akhir tahun.Potensi penurunan permintaan gas menjelang Nataru (Natal dan Tahun Baru) 2026 turut menjadi salah satu perhatian dalam rangkaian rapat koordinasi ini. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi lanjutan untuk menyelaraskan kesiapan pasokan dengan kebutuhan konsumen, mengoptimalkan penyerapan gas, serta meminimalkan potensi gas yang tidak terserap.Bagi HCML, GCM merupakan forum strategis untuk memperkuat koordinasi operasional, mengkomunikasikan rencana kegiatan yang berpotensi memengaruhi pasokan gas, serta menyelaraskan perencanaan dengan kebutuhan para pengguna gas. Penyelenggaraan GCM ke-336 kembali menegaskan pentingnya kolaborasi antar pemangku kepentingan dalam menghadapi dinamika pasokan dan kebutuhan gas bumi, khususnya di Jawa Timur dan Jawa Tengah.“Melalui koordinasi yang berkelanjutan, HCML bersama seluruh pemangku kepentingan berupaya memperkuat perencanaan operasional dan mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi di Jawa Timur dan Jawa Tengah. HCML berkomitmen untuk terus mendukung keandalan penyaluran dan keberlanjutan pasokan gas kepada konsumen, termasuk melakukan berbagai upaya mitigasi terhadap potensi dampak kegiatan pemeliharaan maupun operasional atas penyaluran gas,” tutup Aris.






