ISHARI NU Bangkalan Teguhkan Peran sebagai Penjaga Tradisi Islami Lewat Pelantikan Pengurus Baru

Suasana Pelantikan Pengurus Baru ISHARI NU Bangkalan di Pendopo Agung Bangkalan

Bangkalan – Ikatan Seni Hadrah Indonesia (ISHARI) Nahdlatul Ulama (NU) Cabang Bangkalan resmi melantik kepengurusan baru dalam sebuah acara khidmat yang berlangsung di Pendopo Agung Bangkalan, Minggu (27/7).

Pelantikan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan eksistensi ISHARI sebagai penjaga tradisi kesenian islami dan penguat nilai spiritual masyarakat.

Dengan mengusung tema โ€œMeneguhkan Eksistensi ISHARI NU melalui Organisasi dan Pemberdayaan Kaderโ€, acara pelantikan turut dihadiri oleh Wakil Bupati Bangkalan, Moh. Fauzan Jaโ€™far, Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bangkalan, serta segenap jajaran pengurus dan anggota ISHARI NU.

Kh. Makki Al-Hamid selaku Ketua ISHARI NU Bangkalan menegaskan komitmen organisasinya untuk menjaga kemurnian tradisi sholawat yang menjadi ciri khas ISHARI.

โ€œIni bukan sekadar pertunjukan. Di ISHARI, sholawat dibaca dengan ikhlas, karena cinta kepada Nabi Muhammad SAW. Bukan untuk hiburan, tapi pengabdian,โ€ ujarnya penuh semangat.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara ISHARI, PCNU, dan pemerintah daerah dalam menjadikan Bangkalan sebagai Kota Zikir dan Sholawat.

โ€œKami siap hadir dalam setiap kegiatan keagamaan. Tanpa ISHARI, identitas keislaman Bangkalan bisa pudar,โ€ tegas KH. Makki.

Sementara itu Wakil Bupati Bangkalan, Moh. Fauzan Jaโ€™far, yang turut memberikan sambutan, menyampaikan apresiasi atas kontribusi ISHARI dalam pelestarian seni islami, khususnya hadrah sebagai media dakwah dan perekat sosial.

โ€œKami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada ISHARI NU Bangkalan yang terus menjaga dan mengembangkan tradisi kesenian islami. Hadrah bukan hanya seni, tetapi juga sarana dakwah, perekat umat, dan bagian dari identitas keagamaan masyarakat,โ€ ungkapnya.

Ia juga berharap dengan kepengurusan baru, ISHARI semakin mampu menarik generasi muda untuk mencintai kesenian hadrah dan sholawat, sehingga nilai-nilai spiritual tetap hidup di tengah arus perubahan zaman.

Berita lainnya !

Bagikan:

Tinggalkan komentar