Festival Perempuan Pesisir 2026 Hidupkan Tradisi Nelayan dan UMKM Lokal

No comments
Dokumentasi Kegiatan Festival Perempuan Pesisir Sumenep 2026 Di Pantai Slopeng

Sumenep — Suasana Pantai Slopeng, Kabupaten Sumenep, Minggu pagi (24/5/2026), dipenuhi nuansa budaya maritim dalam gelaran Festival Perempuan Pesisir yang diselenggarakan sebagai upaya melestarikan tradisi masyarakat nelayan pesisir.

Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai atraksi budaya khas masyarakat pantai, mulai dari pertunjukan seni tradisional hingga pameran alat tangkap ikan tradisional yang menjadi perhatian para pengunjung.

Beragam alat tangkap ikan yang selama ini digunakan nelayan pesisir dipamerkan di area festival. Peralatan tradisional itu menjadi daya tarik tersendiri karena memperlihatkan cara hidup masyarakat nelayan yang masih menjaga tradisi turun-temurun di tengah perkembangan teknologi modern.

Pengunjung yang datang tampak antusias menyaksikan langsung berbagai jenis alat tangkap tersebut. Tidak sedikit wisatawan yang memanfaatkan momen itu untuk mengenal lebih dekat budaya maritim masyarakat pesisir Sumenep.

Selain pameran budaya, festival juga diramaikan dengan penampilan seni rakyat, tarian tradisional, hingga drama budaya yang menggambarkan kehidupan masyarakat nelayan sehari-hari. Nuansa khas pesisir terasa kuat sepanjang kegiatan berlangsung.

Festival tersebut juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Puluhan pelaku UMKM ikut ambil bagian dengan menghadirkan aneka produk olahan hasil laut, kuliner tradisional, hingga kerajinan tangan khas masyarakat pesisir.

Tak hanya berfokus pada hiburan dan budaya, kegiatan ini turut membawa pesan penting tentang pelestarian lingkungan. Pengunjung diberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kebersihan pantai dan laut sebagai bagian dari upaya mempertahankan ekosistem pesisir.

Pantai Slopeng dipilih sebagai lokasi festival karena dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kabupaten Sumenep dengan hamparan pasir putih dan panorama alam yang menjadi daya tarik wisatawan.

Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Sumenep, Ach. Zaini, mengatakan pengenalan alat tangkap ikan tradisional merupakan bagian dari upaya menjaga identitas budaya masyarakat pesisir agar tidak hilang oleh perkembangan zaman.

Menurutnya, alat tangkap tradisional bukan hanya perlengkapan mencari ikan, melainkan memiliki nilai sejarah dan budaya yang melekat dalam kehidupan masyarakat nelayan.

Berita lainnya !

Bagikan:

Tags

Tinggalkan komentar