Kegiatan tersebut mempertegas bahwa festival kebudayaan dapat memiliki dimensi yang lebih luas. Kebudayaan tidak hanya dipandang sebagai pertunjukan, tetapi juga sebagai sarana membangun kebersamaan, kepedulian, dan solidaritas masyarakat.
Dengan demikian, Festapora mencoba menghadirkan konsep festival yang menghubungkan tiga aspek sekaligus, yakni kebudayaan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan kepedulian sosial.
PIC: Mengenalkan Kompleksitas Tradisi Pesisir Utara
Efendi Pradana, S.Psi., selaku PIC Festapora, menjelaskan bahwa gagasan awal penyelenggaraan festival tersebut berangkat dari keinginan untuk memperkenalkan kekayaan tradisi masyarakat pesisir utara Sumenep yang begitu kompleks.
Menurut Efendi, kekayaan budaya yang dimiliki masyarakat Pantura perlu mendapatkan ruang agar dapat dikenal secara lebih luas, sekaligus tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Namun, ia menegaskan bahwa tujuan Festapora tidak berhenti pada pengenalan budaya.Hal yang paling fundamental, kata Efendi, adalah bagaimana kegiatan tersebut dapat memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat lokal.
Salah satu bentuk konkretnya adalah keterlibatan puluhan pelaku UMKM dalam Expo UMKM Festapora.
Pelibatan tersebut diharapkan mampu menciptakan perputaran ekonomi selama festival berlangsung sekaligus membuka kesempatan bagi produk-produk lokal untuk semakin dikenal masyarakat.
Disbudporapar Sumenep Berikan Apresiasi
Apresiasi terhadap pelaksanaan Festapora juga disampaikan Faruk Hanafi, selaku Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Budporapar) Kabupaten Sumenep.






