HIMABA Pertanyakan Kinerja Willy Aditya, Mana Bukti Perjuangan untuk Madura?

Oplus_16908288

Bangkalan – Himpunan Mahasiswa Bangkalan (HIMABA) melontarkan kritik terhadap kinerja Willy Aditya sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan (dapil) Madura.

HIMABA menilai, representasi politik tidak cukup diukur dari perolehan suara dalam pemilu, tetapi harus dibuktikan melalui kontribusi nyata dalam memperjuangkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat.

Kritik tersebut disampaikan Ketua I HIMABA, Junaidi. Ia menegaskan, evaluasi terhadap kinerja Willy Aditya bukan semata-mata menyangkut latar belakang atau kedekatan dengan masyarakat Madura, melainkan berkaitan dengan tanggung jawab politik seorang wakil rakyat terhadap konstituennya.

Menurut Junaidi, terpilihnya kembali Willy Aditya sebagai anggota DPR RI semestinya menjadi momentum untuk mengevaluasi rekam jejak dan kontribusinya bagi masyarakat Madura.

Ia menilai, publik berhak mengetahui sejauh mana mandat politik yang diberikan melalui pemilu telah diwujudkan dalam perjuangan yang konkret.

“Kami mempertanyakan kontribusi signifikan apa yang bisa dirasakan dan dikenang masyarakat Madura dari kiprahnya selama menjadi wakil rakyat. Perlu ada penjelasan terbuka mengenai apa yang sudah diperjuangkan dan bagaimana hasilnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Junaidi menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai membutuhkan perhatian serius, mulai dari pembangunan infrastruktur desa, ketidakstabilan harga garam yang berdampak terhadap petani, hingga keterbatasan akses pendidikan.

Menurutnya, persoalan tersebut semestinya menjadi bagian dari agenda perjuangan politik wakil rakyat dari dapil Madura.Ia menegaskan, masyarakat tidak boleh hanya diposisikan sebagai angka dalam perolehan suara pemilu.

Lebih dari itu, masyarakat memiliki identitas, harapan, dan hak untuk mendapatkan representasi yang mampu memperjuangkan kepentingannya.

“Kami bukan sekadar angka dalam lembaran hasil pemilu. Kami adalah masyarakat dengan identitas, harapan, dan hak untuk diperjuangkan. Kami membutuhkan wakil rakyat yang tidak hanya datang saat kampanye, tetapi hadir dalam denyut kehidupan masyarakat,” tegas Junaidi.

Berita lainnya !

Bagikan: