Bangkalan — Suasana penuh khidmat menyelimuti rombongan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Kabupaten Bangkalan saat mereka melangkah menuju Makam Makbaroh Syaichona Cholil, Kamis (6/2/2025).
Di tengah riuhnya politik dan administrasi pemerintahan, langkah pertama mereka bukanlah langsung ke kantor atau podium kemenangan, melainkan berziarah—menyusuri jejak para pendahulu yang menjadi simbol keulamaan dan Pemerintahan di Bangkalan.
Lukman Hakim dan Fauzan Ja’far, yang baru saja ditetapkan dalam rapat pleno Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Bangkalan sebagai pasangan kepala daerah terpilih, memilih untuk memulai perjalanan kepemimpinan mereka dengan doa dan restu.
Bagi mereka, Syaichona Cholil bukan sekadar nama besar dalam sejarah keulamaan Madura, tetapi juga simbol spiritual yang mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Bangkalan.
“Kami ingin meminta izin secara batiniah sebelum memimpin Bangkalan. Syaichona Cholil adalah ulama besar yang dihormati, dan kami berharap bisa menjalankan amanah dengan nilai-nilai yang beliau wariskan,” ujar Lukman Hakim.
Usai penetapan resmi di KPUD, pasangan ini kembali berziarah, kali ini ke makam Sultan Abdul Kadirun yang terletak di belakang Masjid Agung Bangkalan.
Bagi Lukman, Sultan Abdul Kadirun bukan sekadar tokoh sejarah, melainkan representasi dari Kepemimpinan Pemerintahan (umaro’).
“Dengan berziarah ke makam ulama dan umaro’, kami berharap bisa mengakomodasi kepentingan masyarakat serta membuat kebijakan yang mendapat restu dari kedua elemen ini,” tambahnya.
Setelah merampungkan prosesi ziarah, Lukman dan Fauzan bergerak menuju Pendopo Agung Kabupaten Bangkalan untuk bertemu dengan Penjabat (PJ) Bupati Arie M Edie.
Momen ini menjadi simbol transisi kepemimpinan yang diharapkan berjalan mulus dan membawa Bangkalan ke arah yang lebih baik.