Bangkalan – Keberanian tampil, kemampuan mengungkapkan gagasan, dan kreativitas menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam menghadapi masa depan. Nilai-nilai tersebut coba ditumbuhkan SDN Kemayoran 2 melalui lomba mewarnai dan baca puisi dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10/2026).
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan antarsiswa, tetapi juga sarana pembelajaran untuk mengembangkan potensi anak sesuai dengan jenjang usia mereka.
Lomba mewarnai diikuti siswa kelas 1, 2, dan 3. Melalui kegiatan tersebut, para siswa diberi kesempatan menuangkan imajinasi, melatih ketelitian, serta mengembangkan kreativitas sejak dini.
Sementara itu, siswa kelas 4, 5, dan 6 mengikuti lomba baca puisi bertema Sumpah Pemuda. Selain mengasah kemampuan berbahasa dan penghayatan terhadap karya sastra, perlombaan ini juga melatih mental siswa agar lebih percaya diri saat tampil di hadapan orang lain.
Kepala SDN Kemayoran 2, Fahrur Rosi, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan berbasis seni menjadi salah satu cara untuk menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sekaligus membangun karakter peserta didik.
Menurutnya, sekolah memiliki peran penting dalam memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan di luar pembelajaran akademik. Kreativitas, keberanian, dan kemampuan berkomunikasi merupakan potensi yang perlu terus diasah sejak usia sekolah dasar.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk menunjukkan kemampuan mereka, baik dalam berkarya maupun mengekspresikan diri. Kami berharap mereka semakin percaya diri dan berani mencoba hal-hal positif,” ujarnya.
Momentum Hari Sumpah Pemuda juga dimanfaatkan untuk mengenalkan nilai persatuan dan kebersamaan kepada para siswa melalui pendekatan yang dekat dengan dunia anak.
Nilai-nilai yang terkandung dalam ikrar Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 diharapkan tidak hanya dipahami sebagai bagian dari sejarah, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti menghargai perbedaan, menjaga kekompakan, disiplin, dan saling membantu.
Fahrur Rosi berharap, kegiatan semacam ini dapat menjadi pengalaman berharga bagi siswa sekaligus mendorong mereka untuk terus belajar, berkarya, dan mengembangkan potensi diri.
“Semangat Sumpah Pemuda harus kita tanamkan sejak dini. Anak-anak perlu tumbuh menjadi generasi yang kreatif, percaya diri, memiliki karakter yang baik, serta mampu menghargai sesama,” imbuhnya.
Melalui lomba sederhana tersebut, SDN Kemayoran 2 berupaya membuktikan bahwa pendidikan karakter dapat dibangun melalui pengalaman langsung. Sebab, generasi penerus bangsa tidak hanya membutuhkan kecerdasan akademik, tetapi juga keberanian, kreativitas, dan kemampuan hidup bersama dalam keberagaman.






