Karena itu, pembangunan fasilitas pendukung industri menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem tersebut.
Di sisi lain, penggunaan dana DBHCHT juga menempatkan pembangunan ini dalam kerangka pengelolaan anggaran yang perlu dilaksanakan secara transparan, akuntabel, serta sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Dengan nilai HPS lebih dari Rp1,6 miliar, pembangunan gedung APHT tersebut kini menjadi salah satu proyek yang menarik untuk dilihat bukan hanya dari bentuk fisiknya, tetapi juga dari sejauh mana fasilitas baru itu nantinya mampu memperkuat operasional APHT dan memberikan manfaat bagi perkembangan industri hasil tembakau di Kabupaten Sumenep.






