“Kaderisasi bukan hanya soal doktrin dan ideologi, tetapi juga pengembangan potensi individu. Dalam maqashid syariah, salah satu prinsip utama adalah hifdz al-‘aql (menjaga akal). Artinya, kita harus memastikan bahwa kader PMII tidak hanya aktif dalam diskursus keislaman dan kebangsaan, tetapi juga memiliki keahlian profesional yang bisa mereka bawa ke dunia kerja,” tegas Dhiyaul Haq.
Ketua PC PMII Surabaya: Fokus pada Kaderisasi dan Profesionalitas
Sementara itu, Ketua Umum PC PMII Surabaya masa khidmat 2024-2025, Matluk, menyampaikan bahwa pelantikan kali ini berjalan lancar dengan konsep yang lebih segar dibanding tahun-tahun sebelumnya.
“Pelantikan ini tidak hanya seremoni, tetapi juga menghadirkan penampilan seni dan kreasi dari kader-kader PMII. Ini adalah bagian dari strategi untuk memperkuat daya tarik organisasi di kalangan mahasiswa,” ungkap Matluk.
Matluk juga menambahkan bahwa PC PMII Surabaya akan memberikan wadah bagi kader yang ingin mengembangkan diri di bidang profesional melalui berbagai pelatihan dan program kolaboratif.
“Kami menerapkan dua konsep utama, yakni di bidang kaderisasi dan pengembangan profesionalitas kader. Dengan dua hal ini, PMII Surabaya akan semakin maju dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat,” pungkasnya.
Di akhir sesi, MZ. Dhiyaul Haq kembali menegaskan bahwa PMII harus terus beradaptasi tanpa kehilangan identitasnya sebagai organisasi yang berlandaskan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah.
“Sebagaimana dikatakan oleh Ibn Khaldun dalam Muqaddimah, peradaban akan bertahan jika memiliki daya adaptasi yang kuat tanpa kehilangan akar identitasnya. PMII harus menjadi garda terdepan dalam mencetak kader-kader yang tidak hanya unggul secara intelektual dan spiritual, tetapi juga siap menghadapi dunia profesional dengan kompetensi yang mumpuni,” tutupnya.
Pelantikan ini menandai dimulainya babak baru bagi PC PMII Surabaya, yang siap membawa semangat kolaborasi dan inovasi menuju era berkemajuan.







