Ormas MADAS Sedarah Tangih Janji Politik Gubernur Khofifah Revitalisasi Kerata Api di Madura

Abdul Holik Ali Hudi, Sekertaris DPC MADAS Sedarah Kabupaten Sampang

SAMPANG- Dua tahun kepemimpinan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di periode kedua. Ormas kemasyarakatan Madura Asli (MADAS) Sedarah, mulai Tangih janji politik saat kampenye 2024 lalu, ingin merevitalisasi kereta api di Madura. Pasalnya janji politik tersebut hingga saat ini masih buram belum ada progres di Madura.

Menurut Abdul Holik Ali Hudi, Sekertaris DPC MADAS Sedarah Kabupaten Sampang, janji politik Gubernur Jatim Khofifah harus kita tangih sebagai janji politik terhadap warga Madura. Janji kampanye revitalisasi kerata api di Madura hingga saat ini masih belum ada progres apapun, padahal ini sangat penting bagi masyarakat Madura. kamis (1/10/26).

Abdul Holik Ali Hudi, meminta Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama pemerintah pusat memberikan kejelasan sekaligus mempercepat realisasi rencana reaktivasi jalur kereta api Madura.

Menurutnya, janji dan komitmen mengenai pengembangan transportasi berbasis rel di Madura tidak boleh berhenti pada wacana, kajian, maupun pernyataan politik semata. Masyarakat Madura membutuhkan kepastian mengenai tahapan dan target realisasinya.

โ€œKami menagih komitmen pemerintah, khususnya Gubernur Jawa Timur, agar rencana reaktivasi kereta api Madura benar-benar direalisasikan. Jangan sampai masyarakat hanya mendengar janji dan wacana, tetapi tidak pernah melihat pelaksanaannya,โ€ ujar Holik.

"Kami ingat betul saat debat kampanye Pilgub 2024 lalu, Gubernur Jatim Khofifah berjanji, revitalisasi kereta api di Madura, sudah merintis studi kelayakan, kami sudah mengambil langkah, bahwa Pak Menteri Perhubungan prioritas kami kereta di Madura. Ini prioritas dan sudah ditandatangani," Ujar Sekjed MADAS Sedarah menirukan janji politik Gubernur Khofifah.

Ia menilai keberadaan kereta api akan memberikan dampak terhadap konektivitas masyarakat di empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Selain menjadi alternatif transportasi, reaktivasi jalur kereta juga dinilai berpotensi mendukung mobilitas masyarakat, perdagangan, pariwisata, serta pertumbuhan ekonomi kawasan.

Lanjut Abdul Holik, Kereta api pernah menjadi bagian penting dalam perkembangan transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat Madura pada masanya. Moda transportasi ini bahkan sempat menjadi penghubung antardaerah yang membantu mobilitas warga serta distribusi berbagai kebutuhan di Pulau Garam.

"Di tengah perkembangan zaman dan perubahan pola transportasi masyarakat, keberadaan kereta api di Madura perlahan mulai ditinggalkan. Meski kini jejaknya banyak yang sudah hilang, cerita tentang jalur rel dan stasiun tua di Madura masih menjadi bagian dari sejarah transportasi yang menarik untuk dikenang"pungkasnya.

Holik berharap Pemprov Jatim tidak hanya menyampaikan komitmen, tetapi juga membuka informasi secara transparan mengenai sejauh mana proses reaktivasi telah berjalan, termasuk hasil kajian, sumber pendanaan, persoalan aset dan lahan, hingga target waktu pelaksanaan.
DPC Madas Sedarah Sampang, lanjutnya, siap mengawal aspirasi masyarakat Madura agar rencana tersebut tidak berhenti sebagai dokumen perencanaan.

โ€œKami bukan sekadar mengkritik. Kami ingin pemerintah segera memberikan kepastian dan bekerja bersama masyarakat untuk mewujudkan transportasi kereta api di Madura. Ini menyangkut kepentingan masyarakat luas dan masa depan konektivitas Pulau Madura,โ€ pungkasnya.

Berita lainnya !

Bagikan:

Tags