Mengusung Pedagogi Kemaritiman, Institut Bahri Asyiq Terjunkan 102 Mahasiswa dalam KKN SISDAMAS

Pelepasan Mahasiswa KKN di Halaman Kampus

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan Institut Bahri Asyiq, M. Zainun Nasihin, M.H., menegaskan bahwa KKN bukan sekadar kewajiban akademik, melainkan ruang pembelajaran yang membentuk karakter, kepemimpinan, dan kepekaan sosial mahasiswa.

“KKN bukan hanya kewajiban akademik. Di sinilah mahasiswa belajar menghadapi kehidupan masyarakat secara langsung. Mereka belajar berkomunikasi, bekerja sama, memahami persoalan sosial, sekaligus mencari solusi dengan memanfaatkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan,” katanya.

Ia berharap pengalaman selama KKN menjadi bekal berharga bagi mahasiswa dalam membangun kepedulian sosial. Keberhasilan KKN, lanjutnya, tidak diukur dari banyaknya program yang dilaksanakan, tetapi dari sejauh mana kehadiran mahasiswa mampu diterima dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Rektor Institut Bahri Asyiq, Muksin, M.Sos.I., berpesan agar seluruh peserta menjaga etika, disiplin, serta nama baik almamater selama menjalankan pengabdian di tengah masyarakat.

“Ketika berada di lokasi KKN, saudara tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Institut Bahri Asyiq. Karena itu, jaga sikap, etika, dan nama baik almamater. Hormati adat, tradisi, dan kebiasaan masyarakat setempat. Hadirlah bukan sebagai orang yang merasa paling tahu, tetapi sebagai mahasiswa yang siap belajar, bekerja sama, dan mengabdi bersama masyarakat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa untuk membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat serta menyusun program yang sederhana, realistis, dan berkelanjutan sehingga manfaatnya tetap dirasakan meski masa KKN telah berakhir.

Pelaksanaan KKN SISDAMAS 2026 menjadi wujud komitmen Institut Bahri Asyiq dalam mendekatkan perguruan tinggi dengan kebutuhan riil masyarakat.

Melalui semangat pedagogi kemaritiman, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga belajar dari pengalaman dan pengetahuan lokal yang hidup di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi antara kampus, pemerintah desa, dan masyarakat, Institut Bahri Asyiq optimistis KKN SISDAMAS 2026 akan melahirkan program-program pemberdayaan yang berkontribusi terhadap pembangunan desa dan penguatan masyarakat pesisir sebagai bagian dari ikhtiar mewujudkan Indonesia Emas.

Berita lainnya !

Bagikan: