Sementara itu, salah satu dzurriyah Syaichona Cholil Bangkalan, R. Amin Imron, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pengusulan hingga penetapan gelar Pahlawan Nasional bagi ulama besar asal Bangkalan tersebut.
Ia menjelaskan bahwa proses pengusulan gelar pahlawan telah berjalan sesuai mekanisme, dimulai dari Kementerian Sosial, kemudian dikaji di Kementerian Kebudayaan, hingga akhirnya diajukan kepada Presiden Republik Indonesia.
Menurutnya, hal tersebut menjadi harapan besar bagi keluarga dan masyarakat Bangkalan.
Dalam kesempatan itu, R. Imron Amin juga menyampaikan permohonan pemakluman kepada Menteri Kebudayaan atas sambutan sederhana dari keluarga besar dzurriyah Syaichona Cholil di Bangkalan.
Selain berziarah, Menteri Kebudayaan juga menunjukkan ketertarikan untuk menelusuri napak tilas perjuangan dan jejak keilmuan Syaichona Muhammad Kholil.
Bahkan, rencananya kegiatan napak tilas tersebut akan digelar pada Januari mendatang dan didukung penuh oleh Kementerian Kebudayaan.
“Pada simulasi napak tilas di Januari nanti, Pak Menteri juga siap mendukung dan napak tilas itu akan dijadikan film dokumenter,” ujar R. Imron Amin.
Sebagai bentuk penghormatan, keluarga dzurriyah turut menyerahkan cendera mata berupa karya-karya ilmiah tentang Syaichona Cholil.
Salah satunya adalah karya tulis yang disusun oleh Mbak Hulil, yang diharapkan dapat menjadi bagian dari koleksi perpustakaan pribadi Menteri Kebudayaan.
Menurut R. Imron Amin pemberian karya tulis tersebut dimaksudkan untuk memperkenalkan lebih dalam sosok dan pemikiran Syaichona Muhammad Kholil kepada Menteri Kebudayaan, mengingat Fadli Zon dikenal memiliki ketertarikan besar terhadap literatur dan memiliki perpustakaan pribadi.







