Pamekasan — Ketua Pembina Dewan Pimpinan Pusat Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (DPP PKDI), Gus Yusuf, menghadiri turnamen sepak bola antarkepala desa yang digelar di Kabupaten Pamekasan, Madura.
Kegiatan tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta memperkuat persaudaraan dan persatuan antarkepala desa dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam kesempatan itu, Gus Yusuf menegaskan bahwa olahraga bukan hanya sarana kompetisi, melainkan juga media yang efektif untuk membangun kebersamaan dan memperkuat hubungan antarkepala desa.
Menurutnya, turnamen sepak bola mampu mempertemukan para kepala desa dalam suasana yang lebih santai, akrab, dan jauh dari sekat-sekat formalitas pemerintahan.
“Turnamen ini bukan sekadar tentang menang dan kalah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana kita membangun silaturahmi, memperkuat persaudaraan, dan mempersatukan kepala desa dari berbagai daerah di Indonesia,” ujar Gus Yusuf.
Ia mengatakan, melalui kegiatan olahraga dapat terjalin komunikasi yang lebih dekat, persahabatan yang semakin erat, sekaligus membuka peluang kolaborasi yang bermanfaat bagi pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa.
Gus Yusuf berharap kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan secara berkelanjutan. Menurutnya, forum yang mempertemukan kepala desa dari berbagai daerah memiliki nilai strategis sebagai ruang untuk bertukar pengalaman, gagasan, serta praktik terbaik dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan desa.
“Pertemuan seperti ini penting karena setiap desa memiliki pengalaman dan inovasi yang bisa menjadi inspirasi bagi desa lainnya,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat sinergi antarkepala desa di tengah semakin kompleksnya tantangan pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
Komunikasi dan kolaborasi, menurutnya, menjadi kunci untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat desa.
Lebih lanjut, Gus Yusuf mengingatkan agar hubungan yang terjalin melalui turnamen tersebut tidak berhenti hanya di lapangan sepak bola, melainkan dilanjutkan dalam bentuk kerja sama nyata yang memberikan dampak bagi kemajuan desa.
“Silaturahmi melahirkan komunikasi, komunikasi membuka ruang kerja sama, dan kerja sama akan melahirkan kekuatan untuk membangun desa. Karena itu, mari kita jadikan kegiatan ini bukan hanya sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai momentum untuk bersama-sama memajukan desa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia,” pungkasnya.
Turnamen sepak bola antarkepala desa di Pamekasan tersebut diikuti kepala desa dari berbagai wilayah dan berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Selain mempererat hubungan antarpeserta, kegiatan itu juga diharapkan menjadi wadah memperkuat jejaring kerja sama demi kemajuan desa di berbagai daerah Indonesia.






