Ketika Santri Belajar Pasang Bata, Tradisi Gotong Royong Jadi Ilmu

H. Syafiuddin saat Memberikan Sambutan pada Pembukaan pelatihan

“Mereka bukan dieksploitasi, tapi mereka ikhlas. Karena itu, hari ini kita berikan bekal bagi mereka,” tambahnya.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi V, H. Syafiuddin, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menilai bahwa program ini merupakan langkah penting untuk membekali santri dengan keterampilan praktis di bidang jasa konstruksi.

Ia menilai pelatihan ini lahir dari keprihatinan sekaligus kepedulian terhadap santri yang selama ini dikenal memiliki tradisi membangun pesantren secara swadaya.

“Banyak pondok yang pembangunannya dilakukan secara mandiri. Karena itu, para santri perlu dibekali kemampuan dasar seperti memasang bata agar bisa membantu pembangunan pesantren mereka sendiri,” ujarnya.

Syafiuddin menambahkan, kegiatan ini juga menjadi bukti dukungan pemerintah pusat terhadap pesantren melalui kerja sama antara DPR RI dan Kementerian PU.

“Ini bentuk goodwill negara kepada dunia pesantren. Santri tidak hanya cakap dalam ilmu agama, tetapi juga terampil dan siap bersaing di dunia kerja,” jelasnya.

Ia berharap pelatihan semacam ini dapat berlanjut di pesantren lain di seluruh Nusantara sebagai langkah nyata menyiapkan santri yang mandiri, terampil, dan siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Berita lainnya !

Bagikan:

Tinggalkan komentar