SUMENEP, katamadura.com – Upaya membangun budaya tertib berlalu lintas tidak cukup hanya dilakukan melalui penegakan hukum dan pengawasan di jalan raya. Kesadaran masyarakat juga perlu ditumbuhkan melalui pendekatan persuasif, edukatif, serta kepedulian sosial yang mampu mendekatkan institusi kepolisian dengan masyarakat.
Semangat tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan kegiatan Jumat Berkah yang digelar Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Sumenep di kawasan Simpang Empat Pusri, Kabupaten Sumenep, Jumat (6/11/2026).
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB tersebut merupakan bagian dari upaya Satlantas Polresta Sumenep dalam memperkuat pendidikan masyarakat lalu lintas (Dikmas Lantas), sekaligus mendorong terciptanya keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) di wilayah hukumnya.
Melalui kegiatan ini, Satlantas Polresta Sumenep berupaya menghadirkan wajah pelayanan kepolisian yang lebih dekat dengan masyarakat. Pendekatan humanis menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun hubungan yang positif antara polisi dan pengguna jalan.
Kawasan Simpang Empat Pusri dipilih sebagai lokasi kegiatan. Sebagai salah satu titik aktivitas lalu lintas di wilayah perkotaan Sumenep, kawasan tersebut menjadi ruang strategis untuk menghadirkan edukasi keselamatan kepada masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Dalam konteks keselamatan berkendara, edukasi kepada pengguna jalan memiliki peran penting untuk membangun pemahaman bahwa ketertiban berlalu lintas bukan semata-mata kewajiban karena adanya aturan maupun pengawasan petugas. Lebih dari itu, kepatuhan terhadap peraturan lalu lintas merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam melindungi keselamatan diri sendiri dan orang lain.
Karena itu, kegiatan Dikmas Lantas menjadi salah satu pendekatan yang relevan untuk menanamkan kesadaran tersebut. Masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya mematuhi rambu-rambu lalu lintas, menggunakan perlengkapan keselamatan, menjaga etika berkendara, serta menghormati hak pengguna jalan lainnya.
Pelaksanaan kegiatan Jumat Berkah tersebut berada di bawah tanggung jawab Kasat Lantas Polresta Sumenep, Kompol Eko Aprianto, S.I.K., M.H. Sementara pengendalian kegiatan di lapangan dipercayakan kepada Kaur Binops Satlantas Polresta Sumenep dengan melibatkan personel satuan lalu lintas.
Kegiatan ini juga membawa semangat MAHAMERU LANTAS, yakni Mewujudkan Harmoni Masyarakat yang Empati, Responsif dan Unggul dalam Berlalu Lintas.Semangat tersebut menekankan pentingnya membangun harmoni antara kepolisian dan masyarakat melalui pelayanan yang mengedepankan empati, respons terhadap kebutuhan publik, serta peningkatan kualitas perilaku berlalu lintas.
Di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat di jalan raya, pendekatan semacam ini menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran kolektif. Sebab, persoalan keselamatan lalu lintas tidak hanya berkaitan dengan kesiapan infrastruktur maupun keberadaan petugas, tetapi juga dipengaruhi oleh perilaku dan kedisiplinan setiap pengguna jalan.
Kesadaran untuk tidak melanggar aturan, mengutamakan keselamatan pejalan kaki, menggunakan helm berstandar SNI bagi pengendara sepeda motor, serta menghindari perilaku berkendara yang membahayakan merupakan hal mendasar yang perlu terus disosialisasikan.
Melalui kegiatan yang memadukan semangat Jumat Berkah dan Dikmas Lantas tersebut, Satlantas Polresta Sumenep turut memperkuat pesan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan penegakan aturan, tetapi juga menyangkut fungsi perlindungan, pengayoman, dan pelayanan.
Upaya membangun kedekatan dengan masyarakat diharapkan dapat menciptakan ruang komunikasi yang lebih terbuka. Dengan demikian, pesan-pesan keselamatan berlalu lintas dapat diterima secara lebih baik dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.Pada akhirnya, terciptanya Kamseltibcarlantas membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Kepolisian memiliki tanggung jawab dalam pengaturan, pengawasan, edukasi, dan penegakan hukum, sementara masyarakat berperan penting dengan membangun kedisiplinan serta kepedulian terhadap keselamatan bersama.
Berdasarkan laporan pelaksanaan kegiatan, seluruh rangkaian Jumat Berkah di Simpang Empat Pusri berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.
Melalui kegiatan tersebut, Satlantas Polresta Sumenep terus mendorong terwujudnya pelayanan kepolisian yang humanis dan responsif, sekaligus membangun kesadaran bahwa keselamatan berlalu lintas merupakan tanggung jawab bersama.
Jumat Berkah bukan sekadar momentum berbagi kepedulian, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan antara kepolisian dan masyarakat dalam mewujudkan budaya berlalu lintas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di Kabupaten Sumenep.






