Sampang - Dunia pendidikan Pesantren mengalami kisah pilu, salah satunya dialami guru tugas yakni Abd Rozzak, merupakan guru tugas di Pondok Pesantren Al-haromain Duwek Phote, Sampang, KotaKota, dikeroyok oleh dua pelaku dengan menggunakan senjata tajam (sajam) di lingkungan pendidikan.
Pasalnnya Kejadian terjadi pada Kamis, 5 Februari 2026, di salah satu madrasah/pondok pesantren di Desa Batuporo, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang.
MS salah satu alumni Pondok Pesantren Al-haromain Duwek Phote, Sampang, Kota, sangat menyayangkan peristiwa tersebut yang telah mencorrmeng dunia pendidikan.
"Kami menjenguknya, saat ini guru tugas (korban), sudah 4 hari menjalani perawatan medis, di rumah sakit Qona'ah Sampang Kota. Adinda Abd Rozzak. Engkau adalah saudara kami, sebagai santri dan alumni lintas generasi pesantren Al-haromain Duwek Phote Sampang.
Kami santri dan alumni pesantren Al-haromain Sampang. Mengucapkan terima kasih kepada Bapak Kapolres Sampang dan seluruh jajaran polres Sampang.Telah sukses melakukan penangkapan dua pelaku pengeroyokan dalam tempo yang sangat singkat dan cepat. "Jelasnya Minggu (8/2/26).
Lanjut MS kini Abd. Rozzak, berbaring dengan tubuh lemas di ranjang rumah sakit, disela tarik nafasmu teriak sakit sambil bertanya anak anak didikmu di tempat mengajar, meski tubuh tak lagi kuat menahan sakit, di ruang kamar putih rumah sakit, engkau beristirahat, namun pikirannya masih dikelas murid murid menunggu sentuhan ilmu dan cinta yang tak pernah pudar.
"Adinda Abd. Rozzak. Engkau adalah santri yg menghormati dan mentaati guru dalam menjalankan tugas sebagai guru tugas disebuah lembaga pendidikan MI di Dusun Manggar Desa Pajeruan, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang. Engkau berbaring di Rumah Sakit, sebagai korban pengeroyokan dan penganiayaan dari dua pelaku membawa Sajam Celurit. Pelaku sudah ditangkap dan ditahan di Mapolres Kabupaten Sampang"imbuhnya.
MS mengatakan, kita sebagai santri jika mengutip salah satu Madzhab imam besar yakni Imam Syafi'i mengatakan "Bareng siapa yang tidak menghormati gurunya, maka ilmunya tidak akan berkah dan Barang siapa yg memukul guru, maka dia telah memutus tali silaturrahmi dengan Allah SWT dan Rasul-nya.
"Kami lintas generasi santri dan alumni santri ponpes Al-haromain Duwek Phote Sampang. Tetap bersama mu guru tugas (Abd. Rozzak).
Kami berharap Peristiwa ini jangan sampai terulang kembali di kabupaten Sampang sebagai kota Santri, Pesantren sebagai simpul peradaban menerangi qolbu menuntun perilaku yang beradab"harapnya.






