“Kami bangga bisa berkolaborasi dengan pemerintah daerah untuk menjaga warisan budaya Madura. Festival ini bukan sekadar hiburan, tapi juga simbol persatuan dan identitas masyarakat Madura,” ungkap Rachmat.
Ia berharap ke depan festival semacam ini terus mendapat dukungan dari berbagai pihak agar eksistensi musik Tong-Tong/Daul sebagai warisan budaya tak benda semakin diakui dan dicintai generasi muda.
Menutup acara, Moh. Ikhsan menyampaikan permohonan maaf apabila masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan kali ini, serta berjanji untuk terus melakukan perbaikan di tahun mendatang.
“Kami berkomitmen untuk terus berbenah. Festival Musik Tong-Tong akan kami jadikan agenda tahunan yang semakin berkualitas dan membanggakan bagi masyarakat Madura,” pungkasnya.
Festival Musik Tong-Tong Se-Madura 2025 menjadi bukti nyata bahwa Pemkab Sumenep tak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menghidupkannya, menjadikannya sebagai kekuatan budaya, ekonomi, dan pariwisata yang mengangkat citra Madura di kancah Nasional.







