Pemerintah Kabupaten Sumenep mendorong BPRS Bhakti Sumekar untuk tidak sekadar mengikuti arus digitalisasi, tetapi mampu melompat lebih jauh dengan tetap menjaga fondasi syariah yang menjadi identitasnya. Dorongan itu mengemuka dalam agenda talkshow yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04/2026).
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim menegaskan, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang tak terhindarkan di tengah perubahan perilaku masyarakat yang kian bergantung pada layanan berbasis teknologi. Dalam konteks itu, BPRS Bhakti Sumekar dituntut menghadirkan inovasi yang relevan tanpa mengikis prinsip-prinsip syariah.
“BPRS Bhakti Sumekar menghadapi tantangan yang semakin kompleks, seiring perkembangan teknologi yang sekaligus membuka banyak peluang,” ujar KH Imam Hasyim di sela kegiatan.
Menurutnya, digitalisasi layanan menjadi kunci untuk memperluas inklusi keuangan, terutama bagi masyarakat di wilayah terpencil yang selama ini sulit mengakses layanan perbankan. Dengan teknologi, jangkauan layanan dapat diperluas tanpa harus bergantung sepenuhnya pada kehadiran fisik kantor cabang.
Namun, percepatan digital itu juga membawa konsekuensi. Pemerintah daerah mengingatkan pentingnya penguatan sistem keamanan, transparansi, dan akuntabilitas agar kepercayaan publik tidak goyah. Edukasi kepada masyarakat pun dinilai krusial, agar penggunaan layanan digital tidak justru membuka celah risiko baru.
“Seluruh pihak, khususnya BPR Syariah, harus meningkatkan sistem keamanan serta perlindungan konsumen, sehingga masyarakat merasa aman dalam setiap transaksi keuangan,” tegasnya.
Talkshow tersebut mengangkat tema peran Lembaga Penjamin Simpanan dan Otoritas Jasa Keuangan dalam melindungi dana nasabah. Forum ini sekaligus menjadi ruang penguatan literasi keuangan di tengah masyarakat yang mulai beralih ke ekosistem digital.
Pemerintah daerah menilai, meningkatnya literasi keuangan akan mendorong kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan formal. Dalam jangka panjang, masyarakat tidak hanya menjadi pengguna layanan, tetapi juga mitra aktif dalam membangun sistem ekonomi yang sehat dan berkelanjutan.
“Kami ingin BPRS Bhakti Sumekar berkembang sebagai lembaga keuangan yang modern, inklusif, dan tetap berpegang pada nilai-nilai syariah, sekaligus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Sumenep,” pungkas KH Imam Hasyim.







