Dari Pantai Galung untuk Indonesia: UT Surabaya Siapkan Model Wisata Pesisir Berbasis Komunitas Yang Menjadi Role Model Nasional

No comments
Foto : Sucipto, S.Pd., M.Sc (Ketua Pelaksana PkM UT Surabaya Dalam Pengembangan Pantai Galung)

Menurutnya, keberlanjutan destinasi pesisir hanya dapat dicapai apabila terdapat kelembagaan lokal yang kuat, dukungan kebijakan pemerintah, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam pengambilan keputusan.

Iklan

Hasil kajian tersebut kemudian melahirkan sejumlah rekomendasi, termasuk penguatan peran Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), peningkatan kapasitas kelompok masyarakat pengelola wisata, hingga pengembangan promosi berbasis digital yang melibatkan generasi muda.

Pada sesi diseminasi, Andri Zulkarnain menambahkan bahwa pengelolaan destinasi modern membutuhkan strategi yang lebih terintegrasi, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan wisata, pengembangan sumber daya manusia, hingga kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat posisi destinasi dalam jaringan pariwisata daerah.

Didukung Banyak PihakKegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, pengelola hutan, pemerintah desa, pelaku wisata, komunitas kreatif, akademisi, hingga organisasi desa wisata.

Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa pengembangan Pantai Galung tidak lagi dipandang sebagai agenda sektoral, melainkan menjadi agenda bersama yang memerlukan kolaborasi lintas lembaga.

Ketua tim Pengabdian kepada Masyarakat UT Surabaya, Sucipto, S.Pd., M.Sc., menjelaskan bahwa model CBT yang sedang disusun diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi Pantai Galung, tetapi juga dapat menjadi referensi nasional bagi pengembangan destinasi wisata pesisir lainnya.

“Tujuan akhirnya adalah menciptakan model yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, menjaga kelestarian lingkungan pesisir, dan memperkuat daya saing destinasi secara berkelanjutan,” ujarnya.

Menjawab Tantangan Pariwisata Masa DepanDi tengah tren wisata yang semakin mengedepankan aspek keberlanjutan dan keterlibatan masyarakat lokal, langkah UT Surabaya ini dinilai menjadi contoh bagaimana perguruan tinggi dapat berperan langsung dalam menjawab persoalan pembangunan daerah.

Jika model yang dirumuskan berhasil diterapkan secara optimal, Pantai Galung berpotensi menjadi laboratorium hidup pengembangan pariwisata pesisir berbasis masyarakat yang tidak hanya sukses menarik wisatawan, tetapi juga mampu menciptakan manfaat ekonomi jangka panjang bagi warga sekitar.

Lebih jauh lagi, model tersebut dapat menjadi rujukan bagi daerah-daerah pesisir lain di Indonesia yang sedang mencari formula pengembangan wisata yang berkelanjutan, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

Berita lainnya !

Bagikan:

Tinggalkan komentar