Bupati Sumenep Gaungkan Spirit Persatuan Nusantara Lewat Prosesi Arya Wiraraja di Hari Jadi Sumenep ke-757

No comments
Gambar : Bupati Sumenep Saat Menerima Pataka Panji Keraton Sumenep

SUMENEP, katamadura.com – Bupati Sumenep, Dr. Achmad Fauzi Wongsojudo, S.H., M.H., menjadikan momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757 sebagai ruang untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap sejarah, budaya, dan semangat persatuan Nusantara melalui gelaran Prosesi Arya Wiraraja.

Kegiatan yang berlangsung di Alun-Alun Taman Adipura Kabupaten Sumenep, Sabtu (17/10/2026), tersebut menjadi salah satu agenda istimewa dalam rangkaian peringatan hari jadi daerah yang dikemas melalui perpaduan seni, budaya, dan pertunjukan drama kolosal berlatar sejarah.

Bagi Bupati Achmad Fauzi, Prosesi Arya Wiraraja bukan sekadar pertunjukan budaya maupun seremoni tahunan. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan momentum refleksi bagi seluruh elemen masyarakat, termasuk jajaran pejabat pemerintah daerah, untuk meneladani nilai-nilai perjuangan, kepemimpinan, serta semangat kebersamaan yang diwariskan para pendahulu.

"Prosesi Arya Wiraraja menjadi refleksi bagi kita semua, baik masyarakat maupun pejabat daerah, untuk semakin mencintai tanah air, merawat tradisi, dan memperkuat kolaborasi dalam mewujudkan kemajuan bangsa," ujar Achmad Fauzi.

Melalui peringatan tersebut, Bupati Sumenep ingin menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya berorientasi pada kemajuan fisik dan infrastruktur, tetapi juga harus diimbangi dengan upaya menjaga identitas sejarah, memperkuat karakter masyarakat, serta melestarikan kekayaan budaya lokal.

Semangat itulah yang tercermin dalam penyelenggaraan Prosesi Arya Wiraraja tahun ini. Beragam penampilan seni dan kebudayaan dihadirkan, mulai dari Gamelan Keraton Sumenep, musik tradisional Tong-Tong, tari kolosal kerakyatan, hingga kesenian asal Provinsi Bali.Perpaduan kesenian lintas daerah tersebut sekaligus merepresentasikan pesan inklusivitas dan keberagaman, bahwa perbedaan budaya merupakan kekayaan yang mampu mempererat persatuan bangsa.

Sementara itu, pengangkatan sosok Arya Wiraraja dalam drama kolosal menjadi pengingat terhadap peran penting tokoh bersejarah tersebut dalam perjalanan lahirnya Kerajaan Majapahit, yang kemudian dikenal sebagai salah satu simbol kebesaran dan spirit persatuan Nusantara.

Menariknya, para talenta yang memerankan drama kolosal tersebut seluruhnya merupakan putra-putri asal Kabupaten Sumenep. Keterlibatan generasi daerah ini sekaligus memperlihatkan besarnya potensi sumber daya manusia lokal dalam menghidupkan kembali sejarah melalui kreativitas seni pertunjukan.

Di bawah kepemimpinan Achmad Fauzi, momentum Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757 diharapkan tidak berhenti sebagai perayaan seremonial, melainkan mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat untuk terus menjaga warisan leluhur sekaligus memperkuat kolaborasi dalam membangun daerah.

Nilai-nilai keteladanan Arya Wiraraja, khususnya dalam membangun gagasan besar, kepemimpinan, dan kerja sama, menjadi inspirasi yang relevan untuk diterapkan dalam menghadapi tantangan pembangunan masa kini.

Melalui Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Achmad Fauzi juga menempatkan kebudayaan sebagai bagian penting dari identitas Kabupaten Sumenep yang harus terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Peringatan Hari Jadi Sumenep ke-757 pun menjadi penegasan bahwa daerah di ujung timur Pulau Madura tersebut bukan hanya kaya akan tradisi dan kesenian, tetapi juga memiliki kontribusi historis dalam perjalanan panjang peradaban bangsa.

Dari panggung Prosesi Arya Wiraraja, Bupati Achmad Fauzi membawa pesan bahwa mencintai Sumenep berarti menjaga sejarahnya, merawat keberagamannya, dan membangun masa depannya dengan semangat persatuan Nusantara.

Berita lainnya !

Bagikan: