Pemerintah Kabupaten Sumenep mendorong BPRS Bhakti Sumekar untuk tidak sekadar mengikuti arus digitalisasi, tetapi mampu melompat lebih jauh dengan tetap menjaga fondasi syariah yang menjadi identitasnya. Dorongan itu mengemuka dalam agenda talkshow yang digelar di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04/2026).
Wakil Bupati Sumenep KH Imam Hasyim menegaskan, transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan yang tak terhindarkan di tengah perubahan perilaku masyarakat yang kian bergantung pada layanan berbasis teknologi. Dalam konteks itu, BPRS Bhakti Sumekar dituntut menghadirkan inovasi yang relevan tanpa mengikis prinsip-prinsip syariah.







