221 Wisudawan STKIP Bangkalan Ditantang Jadi Sarjana yang Berdampak, Bukan Sekadar Bergelar

Fajar juga menegaskan bahwa kemampuan berpikir kritis tidak berarti seseorang harus selalu menolak atau memprotes sesuatu. Berpikir kritis, kata dia, justru harus diarahkan untuk menemukan persoalan sekaligus mencari solusi.

“Berpikir kritis artinya Anda dibekali kemampuan untuk mencari tahu apa yang kurang dan salah, kemudian mencari solusi untuk kekurangan tersebut,” katanya.

Di hadapan 221 wisudawan, Fajar berharap nilai SINERGI yang ditanamkan selama berada di kampus tidak berhenti sebagai slogan setelah prosesi wisuda berakhir. Nilai tersebut harus dibawa para lulusan ketika memasuki dunia kerja, berkarya, maupun mengabdikan diri kepada masyarakat.

“Sebagai sarjana, kalian sudah dibekali kemampuan berpikir kritis. Gunakan kemampuan itu untuk mencari tahu apa yang kurang, apa yang salah, kemudian mencari solusi dan melihat apa yang bisa kalian kontribusikan,” pungkasnya.

Berita lainnya !

Bagikan: