Melihat tren permintaan yang terus meningkat, pihaknya optimistis distribusi produk akan semakin luas ke berbagai provinsi lainnya. Perusahaan juga mulai menyiapkan peningkatan kapasitas produksi agar mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus bertambah.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUPP) Kabupaten Sumenep, Moh. Ramli, S.Sos., M.Si mengatakan keberhasilan tenant APHT menembus pasar nasional merupakan bukti bahwa industri hasil tembakau di Kabupaten Sumenep memiliki daya saing yang kuat.
Menurutnya, tembakau Madura selama ini dikenal memiliki karakter aroma dan cita rasa yang khas sehingga menjadi salah satu bahan baku terbaik bagi industri rokok kretek di Indonesia.”Tembakau Madura memang memiliki cita rasa dan aroma yang khas. Oleh karena itu, produk-produk rokok yang diproduksi tenant APHT Sumenep patut menjadi salah satu pilihan bagi para penikmat kretek di Indonesia,” kata Ramli.
Ia menambahkan, keberadaan APHT tidak hanya bertujuan menyediakan kawasan produksi yang lebih tertata, tetapi juga menjadi instrumen untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tembakau lokal melalui proses hilirisasi di daerah asal.
Dengan semakin berkembangnya pasar, menurut Ramli, dampak ekonomi yang dihasilkan juga akan semakin besar bagi masyarakat Kabupaten Sumenep. Peningkatan permintaan produk secara otomatis akan mendorong perusahaan melakukan ekspansi kapasitas produksi yang berimplikasi pada kebutuhan tenaga kerja baru.
“Kalau permintaan terus meningkat, otomatis perusahaan membutuhkan tambahan sumber daya manusia untuk mendukung proses produksi. Artinya, kesempatan kerja bagi masyarakat juga akan semakin terbuka sehingga manfaat ekonomi dari keberadaan APHT dapat dirasakan lebih luas,” ujarnya.
Ia berharap keberhasilan sejumlah tenant APHT menembus pasar nasional menjadi motivasi bagi perusahaan rokok lainnya di Kabupaten Sumenep untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperluas jaringan pemasaran, serta memperkuat identitas rokok kretek khas Madura sebagai produk unggulan daerah.
Ke depan, Pemerintah Kabupaten Sumenep juga berkomitmen mendorong penguatan industri hasil tembakau melalui pengembangan APHT sebagai pusat produksi yang efisien, berdaya saing, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani tembakau, pelaku usaha, hingga tenaga kerja lokal.
Dengan perpaduan kualitas tembakau Madura, efisiensi biaya produksi, dan cita rasa kretek yang autentik, produk SKT buatan tenant APHT Kabupaten Sumenep kini mulai membuktikan kemampuannya bersaing di pasar nasional. Jika tren pertumbuhan ini terus berlanjut, bukan hanya pangsa pasar yang akan semakin luas, tetapi juga kontribusi industri hasil tembakau terhadap perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja diyakini akan terus meningkat.






