Dampaknya pun nyata. Dari satu kecamatan saja, sistem ini mampu menghemat anggaran hingga sekitar Rp2,5 miliar—angka signifikan yang menunjukkan efektivitas program sekaligus besarnya potensi kebocoran jika tidak diawasi dengan teknologi.
Selain itu, Bupati memastikan bahwa stok pupuk untuk Bangkalan secara keseluruhan aman dan mencukupi. Kalaupun terjadi keterlambatan di lapangan, biasanya disebabkan faktor teknis seperti cuaca dan distribusi dari gudang.
Melalui penataan kembali distribusi pupuk dan penguatan sistem digital, Bupati Lukman Hakim menunjukkan keberpihakan nyata kepada petani bahwa pelayanan, kepastian, dan transparansi adalah hak yang harus diterima seluruh petani Bangkalan.
Langkah ini sekaligus memastikan Bangkalan menjadi daerah yang mendukung penuh suksesnya Program Strategis Nasional dalam transformasi tata kelola pupuk bersubsidi yang lebih modern, adil, dan berkelanjutan.
Inovasi tersebut juga mendapat apresiasi dari Ditjen Kementerian Pertanian.Peluncuran Karna Pitaloka mendapat apresiasi tinggi dari Kementerian Pertanian RI. Program ini dinilai bukan hanya sebuah terobosan teknis, melainkan karya inovatif yang dapat menjadi tolok ukur bagi daerah lain.
“Dari Bangkalan, layar inovasi untuk Indonesia terbuka lebar. Ini bukan sekadar program teknis, tetapi karya inspiratif yang dapat menjadi tolok ukur bagi daerah lain,” kata Direktur Pupuk Ditjen PSP Kementerian Pertanian, Jekvy Hendra




