Ia memberikan apresiasi khusus kepada masyarakat Sumenep yang telah menunjukkan antusiasme luar biasa, mulai dari persiapan hingga berlangsungnya kegiatan.
Faruk menegaskan bahwa keterlibatan dan dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting di balik suksesnya penyelenggaraan event nasional tersebut.
Menurutnya, tanpa dukungan masyarakat Sumenep, festival sebesar ini tidak akan dapat terlaksana dengan baik.Kesuksesan penyelenggaraan Festival Musik Tong-Tong Se-Madura sekaligus diharapkan mampu memperkuat posisi Kabupaten Sumenep sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Jawa Timur.
Selain menjadi ruang ekspresi bagi para seniman tradisional, kegiatan ini juga menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan kekayaan seni dan budaya Madura kepada masyarakat yang lebih luas.
Prosesi Arya Wiraraja Warnai Momentum Hari Jadi Sumenep ke-757
Tidak hanya menghadirkan kemeriahan pertunjukan musik tradisional, penyelenggaraan festival tahun ini juga semakin istimewa dengan dilaksanakannya prosesi Arya Wiraraja sebagai bagian dari refleksi sejarah dalam momentum peringatan Hari Jadi Kabupaten Sumenep ke-757.
Prosesi tersebut menjadi pengingat terhadap perjalanan panjang sejarah Kabupaten Sumenep, sekaligus bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai luhur dan warisan budaya yang terus dijaga hingga saat ini.
Perpaduan antara prosesi sejarah dan kemegahan Festival Musik Tong-Tong menghadirkan pesan bahwa pembangunan sektor pariwisata tidak dapat dipisahkan dari upaya pelestarian identitas dan kekayaan budaya daerah.
Dengan suksesnya penyelenggaraan Festival Musik Tong-Tong Se-Madura 2026, Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai tuan rumah kegiatan budaya berskala nasional.
Masuknya festival ini dalam Karisma Event Nusantara Kementerian Pariwisata RI juga menjadi peluang besar untuk semakin memperluas promosi pariwisata Madura, menggerakkan ekonomi masyarakat, serta memastikan musik tong-tong tetap hidup dan dikenal lintas generasi.






