Olahraga – Kejuaraan Cabang (Kejurcab) domino yang dikemas dalam ORADO CUP 2026 resmi digelar oleh Orado Kabupaten Bangkalan di Aula Taman Rekreasi Kota (TRK) Bangkalan, Minggu (29/3/2026).
Turnamen ini berlangsung sukses dan lancar dengan diikuti sebanyak 32 tim dari berbagai kalangan.
Para peserta terbagi dalam dua kategori, yakni junior dan senior. Kategori junior diikuti oleh pelajar berusia 18 tahun ke bawah, sementara kategori senior diperuntukkan bagi peserta umum berusia 18 tahun ke atas.
Antusiasme tinggi dari para peserta menjadi bukti bahwa olahraga domino kini semakin diminati dan berkembang secara lebih terorganisir di tengah masyarakat.
Ketua Orado Kabupaten Bangkalan, Helmi Fuad, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut dengan baik.
Ia memastikan bahwa seluruh rangkaian pertandingan berjalan lancar hingga penentuan pemenang.
“Alhamdulillah acara berjalan dengan lancar, pemenang juga sudah ditentukan. Untuk kategori umum, juara 1 dan 2 akan kita kirim ke tingkat provinsi pada tanggal 5 April untuk mengikuti Kejurprov. Sedangkan kategori usia 18 tahun akan diwakili oleh satu tim, yaitu juara 1,” ujarnya.
Helmi menjelaskan, pengiriman peserta ke tingkat provinsi tersebut merupakan bagian dari pembinaan atlet domino di Bangkalan agar mampu bersaing di level yang lebih tinggi.
Namun, kuota peserta yang dikirim memang terbatas sesuai dengan ketentuan dari tingkat provinsi Jawa Timur.
“Sesuai petunjuk dari Jawa Timur, untuk kategori umum hanya diambil dua tim, sedangkan kategori usia 18 tahun hanya satu tim,” jelasnya.
Lebih lanjut, Helmi menegaskan bahwa kejuaraan ini tidak hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi langkah strategis untuk mengubah citra permainan domino di masyarakat.
Menurutnya, melalui wadah resmi seperti ORADO, permainan domino dapat diarahkan menjadi olahraga yang positif dan beraturan.
“Harapannya, Orado ini menjadi cabang olahraga yang bermanfaat bagi seluruh elemen masyarakat. Permainan ini memang sudah sangat dekat dengan kehidupan masyarakat, tapi kita ingin merapikan dan mendisiplinkannya dengan aturan agar tidak lagi dipandang negatif,” ungkapnya.
Terkait pengembangan organisasi, Helmi menyebut bahwa saat ini pihaknya masih fokus menyempurnakan struktur kepengurusan di tingkat kabupaten sesuai arahan dari pengurus pusat dan provinsi. Namun demikian, pembentukan klub-klub domino mulai didorong sebagai langkah awal pembinaan.
“Ada arahan untuk membentuk klub, minimal beranggotakan 10 orang. Nantinya, untuk mengikuti turnamen, peserta harus terdaftar dalam klub tersebut,” tambahnya.






